Harta Benda Hilang Saat Digeledah, Warga Jeneponto Lapor ke Polda

LIPUTAN8.COM, Makassar – Seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Jeneponto,Sulawesi Selatan di laporkan ke Propam Polda Sulsel oleh salah seorang warga Kabupaten Jeneponto, Kamis (1/2/2018).

Intang, salah satu warga Kabupaten Jeneponto melaporkan oknum polisi yang diketahui bernama Aipda RS, setelah rumahnya digeledah tanpa alasan pada Senin 29 Januari 2018 dini hari, sekira pukul 02 : 30 Wita.

Menurutnya, pasca penggeledahan tersebut, Intang mengaku kehilangan uang tunai sebanyak Rp. 13,6 juta, tiga buah telepon genggam, sebuah Tv, satu set alat elekton musik dan enam sepeda motor berbagai merek.

” Saya lapor kemarin, saya tidak tahu kasus apa sehingga rumah saya digeledah, yang jelas pada saat penggeledahan mereka banyak menyita barang-barang saya, ” kata Intang kepada awak media saat ditemui di bilangan jalan Hertasing, Makassar, Jumat (2/2/2018).

Intang bahkan dengan tegas menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus apapun, ia mengaku bingung atas dasar apa rumahnya digeledah.

“Saya tidak tahu alasannya, saya tidak pernah terlibat dalam kasus apapun. Suami saya hanya pengusaha biasa,” tegasnya.

Awalnya, kata Intang, dia menyangka sekitar 20 orang pria yang datang kerumahnya itu adalah perampok, pasalnya mereka memaksa masuk dan merusak pagar, pintu dan jendela rumahnya.

“Tidak ada surat penggeledahan mereka tunjukkan. Yang jelas dirusak pagar, pintu dan jendela rumahku. Ada juga yang masuk lewat belakang. Mereka banyak orang, sekitar 20 orang,” ucapnya.

Tak hanya merusak pagar, pintu dan jendela, seluruh oknum polisi yang melakukan penggeledahan itu juga merusak sejumlah lemari  milik Intang.

“Saya di lantai satu , lemari kecil saya di lantai dua rusak lalu uang Rp 13 juta diambil, kemudian ada juga uang Rp 600 ribu dibawah diambil, pintu lemarinya juga dirusak. Padahal bisa minta tolong sama saya atau suami saya untuk membukakan lemari itu,” ujarnya kesal.

Intang menjelaskan, pasca penggeledahan itu, ia kemudian mengunjungi rumba Aipda RS yang juga masih ada hubungan keluarga dengan tujuan untuk mempertanyakan alasan penggeledahan dan disitanya beberapa barang berharga yang ada di rumahnya.

“Saya sempat ke rumahnya tapi dia tidak mengaku kalau menyita uang itu, dia mengelak,” kata Intang dengan nada kesal.

Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto yang dikonfirmasi mengungkapkan, terkait uang yang diduga hilang pada saat dilakukan penggeledahan adalah tidak benar.

“Terkait uang Rp 13 juta rupiah yang hilang itu tidak benar, ” kata Hery kepada Liputan8.com saat dikonfirmasi, Jumat (2/2/2018) malam.

Hery menambahkan, terkait sepeda motor dan barang lainnya adalah barang bukti kejahatan dan saat ini diamankan di Mako Polres Jeneponto.

“Untuk sepeda motor dan barang lainnya adalah barang hasil kejahatan, dan saat ini masih kita amankan di Polres Jeneponto, ” pungkas Hery Susanto.  (Bur)