Pedagang Sabu di Sulsel Dijerat UU Pencucian Uang

LIPUTAN8.COM, Makassar –  Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel melengkapi berkas tersangka Suryadi alias Daddi kasus tindak pidana Narkotika yang ditingkatkan Pasal 3 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU).

Hal ini dibenarkan Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha Satriawan. Ia mengatakan kasus tersebut dinyatakan lengkap atau P21.

“Hari ini kasus TPPU tersangka Daddi sudah lengkap, ” kata Eka Yudha kepada Liputan8.com, saat komfirmasi Rabu (31/1/2018).

Eka menambahkan, aktivitas tersangka Daddi berkaitan dengan narkotika yang diduga sejak tahun 2015 lalu. Dimana saat itu tersangka membuka rekening tabungan di Bank dengan isi 5 juta rupiah. Aktivitas perdagangan barang haram tersebut terus berlanjut hingga pelaku membeli beberapa barang mewah seperti mobil , rumah dan tanah serta beberapa benda berharga lainnya.

“Pada tahun 2015 pelaku membuka rekening pada salah satu bang dengan isi 5 juta rupiah. Berjalan hingga tahun 2017 asetnya terus bertambah yang mencapai hingga 20 milyar yang diduga adaka hasil dari kejahatan narkoba, ” tambah Eka.

Dalam melakukan aktivitasnya, diketahui istri Daddi memiliki peran penting. Dimana diketahui Istrinya sebagai bendahara dalam setiap aktivitas jual beli narkoba yang dilakukan pelaku Daddi.

“Setiap uang hasil kejahatan pelaku sepengatuhuan dan melalui istrinya. Dalam kasus ini Istri pelaku juga ditetapkan sebagai tersangka, ” urai Eka Yudha Satriawan.

Masih Eka, dalam waktu dekat pihaknya akan melimpahkan tersangka dan barang bukti (Tahap 2)  kasus TPPU Daddi ke kejaksaan. Hanya saja Eka tidak menyebut kapan pastinya pelimpahan tahap 2 tersebut dilakukan.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan tahap 2 untuk diproses lebih lanjut,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam kasus perdagangan barang haram pelaku Daddi, Eka menyebut pelaku telah di vonis 10 tahun penjara. Namun dalam tindak pidana pencucian uang atau TPPU tetap lanju.

“Kalau kasus narkotikanya sudah putus dengan pidana 10 tahun penjara. Sementara kasus TPPUnya sudah P21 dan akan segerah dilanjutkan ke Kejaksan. Jadi nanti pidana penjara yang 10 tahun tersebut akan ditambah dengan pidana TPPU,” sambung Eka.

Kasus narkotika yang menjarat Daddi ya juga diproses dengan TPPU atau pencucian uang adalah yang pertama kalinya di Polda Sulsel dan akan menjadi warning bagi pelaku kejahatan narkoba baik bandar ataupun pengedar narkoba.

“Ini merupakan pembelajaran bagi bandar maupun pengedar, Kasus TPPU dengan tersangka narkoba. Kepada satuan narkoba lainnya untuk menjerat pelaku narkoba dengan UU TPPU sebagai langkah lanjut dalam memberantas peredaran narkotika, ” jelasnya.

Untuk diketahui, Polda Sulsel telah melakukan penyitaan aset pelaku tindak pidana Narkotika dengan tersangka Suryadi alias Daddi pada 11 Juli 2017 tahun lalu.

Eksekusi terhadap aset milik tersangka dilakukan berdasarkan penetapan dari pengadilan negeri Enrekang Nomor : 58/Pen.pid/2017/PN.Enr tgl 21 juni 2017 dalam rangka TPPU.

Adapun saat itu adalah Satu unit rumah dan tanah di jalan Poros Sidrap – Enrekang desa Salokarajae, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, perkiraan luas 7×20 dengan harga rp 700 juta. Penyitaan tersebut disaksikan oleh Pemerintah setempat seperti Kepala desa (Kades) dan warga sekitar.  (Bur)