Dilantik Jadi Koordinator Kopertis, Ini Program Prioritas Prof Jasruddin

LIPUTAN8.COM — Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Prof Muhammad Nasir, PhD melantik Prof Dr Jasruddin, MSi sebagai Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi masa bakti 2018-2022.

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Kemeristek di Jakarta, Senin, 15 Januari.

Dalam sambutannya, Menristek meminta Jasruddin untuk menjaga kualitas perguruan tinggi swasta di era digitalisasi saat ini.

Perkembangan informasi dan teknologi dianggap sebagai peluang sekaligus tantangan dalam membangun kualitas akademik di kampus, termasuk di perguruan tinggi swasta.

“Terus lakukan inovasi dan program yang berorientasi pada pengembangan kualitas pendidikan tinggi terutama di era digital sekarang ini,” kata Menristek Dikti.

Sementara itu, Jasruddin mengaku siap mengemban amanah sebagai Koordinator Kopertis Wilayah IX.

Direktur Program Pascasarjana UNM ini mengaku akan melanjutkan program Prof Dr Niartiningsih dalam pembenahan perguruan tinggi swasta.

Untuk tahap awal, Jasruddin mengaku akan mengidentifikasi persoalan-persoalan yang terjadi di perguruan tinggi swasta di samping menyiapkan program yang berorientasi menjaga dan meningkatkan kualitas kampus swasta yang ada di Sulawesi.

Ia mengakui menjadi Koordinator Kopertis merupakan amanah besar dan cukup berat. Karenanya, masukan dan pikiran segenap kalangan senantiasa dibutuhkan dalam mengemban amanah ini.

Membangun komunikasi dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BMPTSI) merupakan agenda awal yang akan dilakukan Jasruddin sebagai Koordinator Kopertis.

Begitu juga dengan masukan dari pimpinan perguruan tinggi dan masyarakat umum.

Sejumlah pejabat hadir dalam pelantikan Koordinator Kopertis Wilayah IX di Jakarta kemarin. Mereka antara lain Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam dan beberapa dekan lingkup UNM. Hadir juga Asisten Direktur PPS UNM, Prof Hamsu Gani. Pejabat lama Koordinator Kopertis Wilayah IX, Prof Dr Niartiningsih dan sejumlah pejabat lainnya. (fik)