Gerakan Rakyat Makassar : Polisi Jangan Kriminalisasi Kasus Danny

LIPUTAN8.COM, Makassar – Aksi dukungan menolak dugaan kriminalisasi penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan barang persediaan sanggar kerajinan lorong-lorong Makassar pada dinas Koperasi dan UKM Makassar serta kasus dugaan korupsi pengadaan ketapang kencana yang digenjot Polda Sulsel yang mendudukkan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto sebagai saksi kembali disuarakan masyarakat.

Gerakan Rakyat Kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan Monumen Mandala jalan Jenderal Sudirman Makassar, Jumat (5/1/2018).Puluhan masyarakat yang tergabung dalam gerakan ini menolak dugaan kasus dugaan korupsi yang mendudukkan Danny sebagai salah saksi adalah sebagai salah satu upaya pelemehan untuk mengagalkan petahana dalam pertarungan pilkada di kota Makassar.

“Tindak pidana yang dilaporkan cukup janggal, diperiksanya Walikota Makassar yang dikaitkan dengan jabatanya diduga adalah bentuk kriminalisasi untuk mengcekalnya dalam pertarungan Pilwali Kota Makassar, ” kata Lanyala Soewarno yang juga penanggung jawab aksi.

IMG_20180105_141347

Lanyala menambahkan, aparat kepolisian dalam hal ini Polda Sulawesi Selatan harus menjaga netralitas dan keamana kota Makassar. Aparat kepolisian jangan menjadi alat politik apalagi dalam moment pesta demokrasi yang sudah di depan mata.

“Aparat jangan menjadi alat politik. Penanganan kasus Danny jangan di kriminalisasi,rakyat akan mengawal, ” teriak Lanyala.

Hingga berita ini dirilis, aksi menolak kriminalisasi penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan ketapang kencana dan UMKM masih berlangsung. Aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar terlihat mengawal jalannya aksi. (Bur)