Banner-DPRD
Pemerintahan

Ada Apa? Ketua DPRD Makassar Tolak Tandatangani Persetujuan Paripurna

dprd-makassar

Foto dok (int)

LIPUTAN8.COM, Makassar — Rapat paripurna terkait Ranperda APBD Perubahan 2017 batal dilaksanakan, pada Rabu (8/11/2017). Hingga pukul 18.30 WITA, rapat yang dijadwalkan pada pukul 14.00 WITA, dipastikan tidak akan terlaksana.

Pasalnya Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta menolak menandatangani surat persetujuan rapat paripurna yang diajukan Sekretaris DPRD Makassar, yang telah dijadwalkan oleh Bamus.

Padahal, ketiga pimpinan DPRD Makassar lainnya, Adi Rasyid Ali (Wakil Ketua), Erick Horas (Wakil Ketua), dan Indira Mulyasari Paramastuti (Wakil Ketua) telah meneken surat tersebut.

“Yang memang tidak mau rapat paripurna ini Ketua DPRD. Saya berani katakan itu. Saya tidak tahu masalahnya apa? Padahal agenda Banggar yang dijadwalkan itu sudah dilaksanakan tadi dan sudah selesai. Jadi apa lagi?,” sesal Anggota Fraksi DPRD Makassar, Zaenal Dg Beta ditemui di Kantor DPRD Makassar.

Dia menyesalkan, sikap Ketua DPRD Makassar. Padahal, katanya, apa yang ingin dibicarakan ialah perihal kepentingan rakyat.

“Sekalian kita juga lihat, siapa yang sebetulnya pro rakyat dan siapa yang tidak pro rakyat. Paripurna ini jauh lebih penting di banding yang lain,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Farouk dikonfirmasi telepon selularnya hingga berita ini diturunkan tidak berhasil dihubungi. Pesan singkat yang diberikan tak direspon.

Selain itu, ia pun menyesali sikap sejumlah anggota Badan Legislasi (Baleg) yang berencana kunjungan kerja ke luar daerah malam ini. “Tapi saya ini juga anggota Baleg dan tidak pergi,” ucap Zaenal, yang diamini oleh Baleg lainnya, William Lauren, Abdi Asrama dan Wahab Tahir serta sejumlah Baleg lainnya.

Menurut Zaenal, jika sebagian besar anggota Baleg tetap ngotot untuk berangkat kunjungan kerja, meski rapat paripurna dilangsungkan malam ini, maka dipastikan forum tidak akan quorum.

“Karena ada 14 anggota Baleg. Kalau sebagai besar berangkat, alasannya nanti itu tidak quorum dan tidak jadi lagi paripurna,” sesalnya. (**)

To Top