Banner-DPRD
Nasional

Tanpa Bangku dan Meja, Siswa SD Negeri 68 OKU Lakukan Belajar Ala Lesehan

IMG-20171027-WA0040

LIPUTAN8.COM, Baturaja – Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 68 OKU Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini belum bisa dikatakan membaik, karena dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih ada anak didik belajar tanpa menggunakan meja dan kursi, sehingga mereka (anak didik, red) dengan terpaksa meleseh diatas lantai menggunakan alas karpet. Kendati demikian, tampak siswa SD tersebut belajar rajin dan semangat  di ruang kelas.

Kepala SD Negeri 68 OKU Murti Ningsih kepada Liputan8.com, mengaku pihaknya telah mengusulkan meja dan kursi kepada Dinas Pendidikan OKU, Namun hingga kini usulan permohonan itu tidak ada kejelasan apakah di ACC atau tidak.

“Iya, saya baru setahun menjabat kepala sekolah di sini, sejak tahun 2016 lalu sekolah ini tidak memiliki apa-apa, baru sekarang ini ada perubahan, peubahan-perubahan di sekolah ini, kita lakukan bertahap seperti pengecatan gedung, pemasangan hordeng dan pembelian kursi baru untuk guru mengajar didalam kelas, namun untuk meja dan kursi siswa tak akan mampu kita beli,” kata Murti Ningsih Kamis Kemarin (26/10/2017).

Dia menerangkan, sekolah ini ada 2 ruangan kelas yang tidak memiliki meja dan kursi, sebagai alat penunjang KBM, kalau kita mengandalkan dana BOS untuk belanja pengadaan mobiler tersebut, maka tak akan mampu sebab dana BOS itu sangat minim.

“Kami sangat berharap Dinas terkait dapat merealisasikan usulan kami, mengenai meja dan kursi, demi kenyamanan guru dan murid dalam melakukan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya berharap.

Sementara itu Saat dikonfirmasi liputan8.com, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU melalui Kepala Seksi Penilaian Kurikulum Hendri Wijaya mengaku memang benar tahun 2016 silam ada usulan proposal mengenai Mobiler (kursi dan meja) dari pihak sekolah namun kita terkendala saat itu usulan tidak terealisasi disebabkan karena tahun 2016 lalu, APBD OKU mengalami Devisit anggaran, oleh sebab itu usulan Dinas Pendidikan tidak ada yang tereralisasi

“Kita usahakan tahun 2018 usulan meja dan kursi, mudah-mudahan dapat terealisasi,” tuturnya.

Disamping itu kata Hendri, Pihak operator sekolah harus rajin mengapload data Dapodik karena melalui Dapodik itu bisa langsung ke pusat, sehingga dari Kementerian Pendidikan akan tau tentang kondisi sekolah yang nantinya bisa dianggarkan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus).

“Iya kami terima kasih atas informasi ini sebagai bahan bagi kami untuk memperjuangkan usulan dari pihak sekolah dan juga akan kami perjuangkan ke DPRD OKU pada saat rapat, dan kami berkeinginan sekolah di Kabupaten OKU seluruhnya bagus,” pungkasnya. (Ariyan)

To Top