Rutan Baturaja Masih Kekurangan Sarana dan Prasarana

LIPUTAN8.COM, Baturaja – Rumah Tahanan (Rutan) Baturaja yang saat ini dihuni sebanyak 418 orang tahanan masih memerlukan bantuan dari Pemerintah Daerah terutama mengenai sarana dan prasarana di dalam rumah tahanan.

Kepala Rutan Baturaja Herdianto, saat ditemui liputan8.com diruang kerjanya Rabu (25/10) mengatakan, Jika saat ini rumah tahanan masih sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah. Menurutnya Jika Pemerintah kurang memberikan perhatian, kondisi rutan tidak akan berjalan dengan baik sesuai dengan harapan, apalagi menyangkut keamanan rutan seperti tembok bangunan pagar pembatas terlalu rendah, dan hal ini menjadi kekhawatiran sehingga kemungkinan tahanan bisa melarikan diri dari dalam rutan dengan cara meloncat pagar.

“Iya, kita akan terus berupaya mengajukan permohonan bantuan ke Pemerintah pusat juga ke Pemerintah Daerah Kabupaten OKU untuk memaksimalkan kondisi rumah tahanan ini,” katanya.

Selain itu diterangkan Herdianto,”penghuni rutan tidak sebanding  dengan yang jaga, karena petugas kita hanya 3 orang untuk jaga, sedangkan dari segi peralatan kita tidak memiliki alat deteksi narkoba sementara kita hanya ada alat untuk tes urine. Dan untuk pegawai rutan nanti ada penambahan personil pada Januari 2018 sebanyak 22 orang,” tuturnya.

“Sebenarnya Rutan ini tak dapat terpisahkan dengan Pemerintah Daerah karena penghuni rutan 99 persen masyarakat Baturaja. Semestinya kewajiban Pemerintah Daerah hendaknya perhatian terhadap warga binaan yang ada didalam rutan ini. Selanjutnya terkait masalah CCTV mudah-mudahan bulan depan Rutan Baturaja mendapatkan bantuan 20 CCTV. Disamping itu kita juga membutuhkan perbaikan MCK, Sumur bor dan pengaspalan layanan kunjungan yang ada halaman depan rutan tempat parkir,” sambung Herdianto.

Namun Alhamdulillah, sejauh ini Pemerintah Daerah telah memberikan bantuan untuk pemasangan CCTV dan Gorong-Gorong di kolam ikan rutan, karena itu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

“Masalah air kita selalu kekurangan air untuk kebutuhan warga binaan oleh sebab itu sangat dibutuhkan sumur bor, kita tak bisa mengandalkan air dari PDAM karena satu hari Pihak PDAM OKU hanya mengirim satu tengki, itupun sampai hari jumat sedangkan hari Sabtu dam Minggu tidak dikirim, cuma 5 hari kerja,” urainya.

“Kami Berharap Pemerintah Kabupaten OKU dapat memperhatikan rumah tahahan ini supaya pembinaan dapat berjalan baik dan kondusif dengan fasilitas yang memadai” pungkasnya.(Ari)