Banner-DPRD
Pemerintahan

Hyundai Belum Bayar PBB, Lurah Sinrijala Tegas Akan Lakukan Ini

IMG-20171011-WA0144

Lurah Sinrijala, syarifuddin

LIPUTAN8.COM, Makassar — Lurah Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Syarifuddin mengingatkan, perusahaan penunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) harus melunasi secepatnya.

“Seharus target PBB jumlahnya Rp 1,9 Miliar, jadi sekarang kami hanya capai 98 persen. Contohnya seperti
Hyundai Makassar Jalan Urip Sumoharjo, selama 4 tahun menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dan dipaksakan membayar hanya 2 tahun. Nilainya saja Rp 170 juta,”katanya.

Namun saat ini, Lurah Sinrijala mengaku telah memaksimalkan tunggakannya, sebab banyak tak membayarkan. Padahal pihaknya sudah memberi sosialisasikan.

Siapa pun tidak mempunyai baik dalam pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Syarifuddin tegaskan bakal jatuhkan sanksi 2 persen.

“Seharusnya punya batasan waktu, karena sangat kecil sanksinya. Tapi terkesan perusahaan ini tidak ada punya niat melunasi hutangnya. Jadi kami akan memberikan atau memasang stiker teguran, sehingga perusahaan itu akan melunasi segera,”ungkapnya.

Mungkin Dinas Pendapatan Daerah bisa bekerjasama dengan Pengadilan Negeri (PN) Makassar menindak tegas perusahaan yang dianggap nakal.

“Supaya menjadi pembelajaran perusahaan dan rumah pribadi.
Saya berharap, semua perusahaan mempunyai nilai besar harus melunasi,”jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Makassar, Irwan R Adnan menyampaikan, pada prinsipnya mekanisme harus ditegakkan. Sebab dalam penagihanya itu, memang dianjurkan dari 2 persen perbulan wajib dibayarkan.

“Jika perusahaan yang dimaksud itu membandel, kita akan pasangi striker tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan,”tegasnya. (**)

To Top