Banner-DPRD
Hukum Kriminal

Pelaku Penikaman Kader IPM Makassar Didoor

IMG-20171003-WA0066

LIPUTAN8.COM, Makassar — Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Makassar bersama unit Resmob Polsek Bontoala berhasil meringkus pelaku pembunuhan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Makassar, Muh Aslan Syah (20), Selasa (3/10/2017) pagi.

Kedua pelaku adalah, Syahrul (22) dan Irwan alias Iwan (20). Mereka pun berhasil diringkus di lokasi yang berbeda. Tersangka Iwan berhasil diringkus di Perumahan Bumi Sari Indah Bollangi, Samata Gowa,sedangkan Syahrul diringkus Jalan Mappaoddang Makassar.

WakaPolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait mengatakan, kedua pelaku berhasil diringkus personel kepolisian berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi.

“Penikaman terhadap korban dilakukan oleh tersangka Syahrul yang menikam korban pada bagian ulu hatinya,” ujar Hotman saat Press Release di Mako Polrestabes Makassar, Selasa (03/10/2017).

Hotman menjelaskan, penikaman itu berawal pada saat korban bersama sepupunya yaitu Akbar sedang duduk diatas motornya di Jalan Datu Patimang, Kecamatan Tallo, Senin (2/10/2017) malam. Namun tiba-tiba saja kedua pelaku langsung datang.

Dimana pelaku Syahrul saat itu kata Hotman langsung mengeluarkan senjata tajam (sajam) jenis badik dari bajunya. Selanjutnya langsung mengarahkan badik kepada Akbar.
Saat itu korban (Aslan) langsung kaget dan pelaku langsung menikamnya.

“Keduanya berpura-pura bertanya kepada korban dimana Jalan Cendrawasih. Akan tetapi pelaku menikam korban,” tambah Hotman.

Usai menikam korban kata Hotman, kedua pelaku langsung melarikan diri. Kemudian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ujungpandang baru kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

Tidak berhenti di penangkapan kedua pelaku, polisi kemudian melakukan pengembangan guna mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan menghabisi nyawa korban. Hanya saja saat diturunkan dari mobil pelaku berontak dan melawan petugas. Tidak mau mengambil resiko keduanya pun terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas yang sebelumnya telah diberikan tembakan peringatan.

” Kita lumpuhkan, anggota telah memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 3 atau 338 dan junto 56 ayat 1 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tambahnya.

Hingga saat ini, kedua tersangka penganiayaan dengan penikaman menyebabkan kematian telah diamankan di Mako Polrestabes Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.(Bur)

To Top