Dalam Sidang Buloa, Jentang Tegaskan Saat Tanda Tangan Perjanjian Sabri Tidak Ada

LIPUTAN8.COM, Makassar — Sidang lanjutan perkara kasus dugaan korupsi penyimpangan sewa lahan negara di Kelurahan Buloa. Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dengan mendudukkan terdakwa Asisten 1 Pemkot Makassar, M Sabri, Rusdin dan Jayanti. Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Dalam sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi yaitu Soedirjo Aliman alias Jentang dan Ulil Amri, untuk didengarkan kesaksiannya serta keterangannya dalam persidangan kasus tersebut.

Jentang dalam kesaksiannya dipersidangan, mengaku telah diperlihatkan konsep draft sewa menyewa, dari PT PP. Yang ditunjukkan oleh Rusdin, Jayanti dan Ulil Amri dikantor miliknya di Jalan G Bawakaraeng, Makassar.

“Ada juga surat garapan terbit tanggal 28 dibawa kekantor saya untuk diperbaiki sama Ulil dengan didampingi Rusdin,” kilah Jentang, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (2/10).

Jentang berkilah saat dicecar soal surat perjanjian sewa menyewa lahan tersebut, dia mengaku tidak melihat langsung pembuatan surat perjanjian tersebut yang dibuat oleh pihak PT PP dan Rusdin.

Jentang berdalih pada tanggal 31 Juli 2015 bersama dengan Rusdin ke klenteng di Jalan Sulawesi, karena ada telepon Ulil ke Rusdin. Mau datang ke kantor walikota untuk tandatangan perjanjian sewa menyewa.

Perjanjian itu Tandatangani oleh Rusdin, Imade dari PT PP, “waktu tandantangan perjanjian pak sabri tidak ada. Saya juga tidak baca isi surat perjanjiannya,” tegas Jentang dihadapan majelis hakim.

Setelah itu dari kantor balaikota ke kantor bank Mandiri, dia mengaku hanya ikut saja, karena Rusdin saat itu adalah supirnya. Pembayaran tersebut kata Jentang pakai uang cash sebesar Rp500 juta.

“Yang menyerahkan, orang PP. Sedangkan yng menerima uang langsung uang sewa lahan itu Rusdin,” kilahnya.

Jentang juga mengaku bila tanah garapan yang dipersewakan tersebut bukanlah miliknya. Melainkan milik Rusdin dan Jayanti.

“Penandatanganan draft sewa menyewanya di kantor Balaikota pada tanggal 31 juli 2015,” bebernya.

Sementara saksi Ulil Amri mengaku saat pertemuan itu ada dari pihak PT PP, Pelindo, “itu atas insiasi mereka, saya ditelpon sama Jentang,” ujar Ulil Amri.

Saat itu kata Ulil dilokasi itu dia mengaku hanya mengetahui, bila disekitar Buloa itu ada tanahnya Jentang.(mt)