Polres Bone Bidik 10 Pejabat Desa Kasus Dugaan Korupsi ADD

LIPUTAN8.COM — Penyidik Polres Bone, Sulsel kembali akan memeriksa 10 pejabat desa terkait dugaan tidak pidana korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) di tiga kecamatan.

Pemeriksaan 10 pejabat desa tersebut menjadi langkah polisi membidik tersangka baru setelah penetapan tersangka kades Polewali, Kecamatan Kajuara.

Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim menegaskan sejumlah saksi akan kita periksa termasuk 10 orang pejabat desa mulai Kades-nya, Sekdes, dan aparaturnya.

Keterangan mereka tentu didalami atau ditelaah sehingga menjadi pertimbangan menetukan tersangka baru.

“Kasus ini menjadi prioritas untuk diungkap dan tuntas. Apalagi anggaran negara yang dikelola desa rata-rata Rp1 miliar lebih. Pemeriksaan akan terus dilakukan,” kata AKBP Kadirislam Kasim, Sabtu (19/8/2017).

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Hardjoko mengaku penyelidikan kasus korupsi ADD masih berlansung meski masih mnimnya SDM penyidik Polres Bone.

Selain sejumlah Kades di Kecamatan Kajuara, penyidik juga mendalami dugaan korupsi di kecamatan Patimpeng dan Sabulue.

Polisi mengendus kasus ini terjadi korupsi setiap desa berindikasi mark up anggaran dalam pengerjaan insfrastruktur jalan, MCK dan rehabilitasi kantor desa. (fik)