Kantor PDAM Makassar Dibobol Maling Brangkas Berisi Rp 1,2 Miliar Raib

LIPUTAN8.COM, Makassar – Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar yang terletak di jalan SAM Ratulangi Makassar, Sulawesi Selatan disatroni kawanan pencuri, Selasa (25/7/2017) dini hari tadi. Uang tunai sebanyak Rp. 1,2 Miliar raib di bawa kabur pelaku.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pelaku masuk ke ruangan setelah berhasil mencungkil jendela dan merusak pintu ruangan bendahara. Setelah berhasil masuk pelaku kemudian mencungkil sebuah brangkas tua.

Kejadiannya diperkirakan sekira pukul 02.35 Wita dini hari. Namun baru diketahui sekira pukul 5.30 Wita, setelah Ferdinand (23) yang merupakan cleaning service di kantor itu melihat kondisi ruangan bendahara sudah dalam keadaan berantakan. Pintu dan jendela sudah dirusak. Berkas-berkas pun sudah terhambur.

Ferdinand lalu melapor ke Sukri (49 tahun), sekuriti yang saat itu bertugas. Sukri lalu naik ke ruangan bendahara tersebut untuk mengecek langsung. Melihat brankas berukuran 1 M x 60 Cm itu sudah terbuka, Ia kemudian melapor ke Polrestabes Makassar.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar, mengatakan, setelah pihaknya menerima laporan, Tim Identifikasi langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

Hasilnya, di Tkp, petugas menemukan dua buah obeng besar yang diduga digunakan pelaku untuk membongkar jendela dan brankas. Ada juga ditemukan dua buah tas jinjing hitam berisikan laptop, dan satu kantong plastik putih yang berisikan uang Rp20.000-an dan Rp2.000-an.

“Masih dalam proses lidik.Rekaman CCTV sudah kita periksa, dan dari rekaman diketahui pelakunya dua orang. Pelaku masuk lewat jedela dengan cara mencungkil pakai obeng. Saat kejadian ada lima orang sekuriti yang jaga malam, namun tidak ada yang menyadari kalau ada orang masuk,” jelas Anwar, di Kantor PDAM Makassar, siang tadi.

Menurut Anwar, kemungkinan besar pelaku sudah mengetahui situasi sebelum melakukan aksinya. Sebab, dari sekian banyak ruangan yang ada di area PDAM Makassar, pelaku hanya masuk di ruangan bendahara tempat uang Rp1,2 Miliar itu disimpan.

“Masih didalami, dugaan adanya keterlibatan orang didalam, sejauh ini belum mengarah ke sana. Uang itu rencananya mau digunakan pihak PDAM untuk pembayaran biaya operasional ini hari, tapi keburu hilang. Kami akan periksa transaksi bendahara apa betul jumlah uang yang ada di dalam brankas sebesar Rp1,2 Miliar,” ungkapnya.

Sementara, Direktur PDAM Kota Makassar, Haris Yasin Limpo, mengungkapkan, uang yang digasak maling tersebut akan dipergunakan untuk membayar biaya operasional, seperti pajak dan pembayaran tagihan lainnya.

” Jadi uang itu bukan untuk membayar gaji karyawan ataupun untuk pelanggan. Tapi itu untuk membayar operasional. Disimpan di brankas karena besok mau dipake membayar langsung yang menunggak. Kami tetap akan bertanggungjawab,” kata Haris YL. (Bur)