Pabrik Rumput Laut Terbesar Dunia Ada di Pinrang

LIPUTAN8.COM — Di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Pinrang, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyempatkan diri memantau pembangunan pabrik pengolahan rumput laut milik PT Biota Laut Ganggang di Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kamis (15/6/2017).

Pabrik itu milik investor asal China yang bergerak di bidang pengelolaan rumput laut dengan hasil akhir berupa bubuk powder dan gel.

“Pabrik ini membutuhkan bahan baku sebanyak 150 ton sehari. Kami memperkerjakan orang lokal sesuai instruksi dari pemerintah,” kata Fang, perwakilan dari PT Biota Laut Ganggang.

Fang menambahkan, jika perusahaan tempatnya bernaung memenuhi persyaratan untuk beroperasi sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap pabrik tersebut bisa diresmikan bersamaan dengan hari jadi Sulsel.

“Akan kita undang Bapak Presiden.  Karena akan menjadi salah satu pabrik rumput laut terbesar di dunia,” pungkas Syahrul.

Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, sampai saat ini, Sulsel baru memproduksi rumput laut dengan bentangan lahan yang dimanfaatkan sepanjang 680 kilometer. Namun sebenarnya yang masih bisa dimanfaatkan mencapai 1900 kilometer.

Tahun 2016, produksi rumput laut Sulsel mencapai 3,4 juta ton dengan nilai Rp4,5 triliun. Tahun 2015  sebesai 3,3 juta ton dengan nilai Rp4,4 triliun atau naik sebesar 3,1 persen.

Khusus untuk produksi rumput laut Kabupaten Pinrang, pada tahun 2016 mencapai 9.300 ton dengan nilai Rp13,9 miliar atau 0,28 persen dari produksi rumput laut Sulsel. Sementara produksi rumput laut Sulsel tahun 2016 berada pada posisi pertama nasional.
Target tahun 2017 ditargetkan produksi rumput laut di Sulsel sebesar 3.576.443 ton. (*)