Buka Bareng Purna Praja, Danny Ingatkan Adaptive Leadership

LIPUTAN8.COM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto hadir bersilaturrahmi sekaligus buka puasa bareng purna praja atau alumni Sekolah Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) lingkup Pemkot Makassar di lantai 18 hotel Aston Makassar, Rabu, (31/5).

Sedikitnya, 211 anggota purna praja berbagai angkatan hadir di tempat ini. Pada kesempatan tersebut, Danny kembali mengingatkan pentingnya menerapkan adaptive leadership dalam menjalankan roda pemerintahan.

Menurut Danny, Hari ini ilmu yang bisa mengantisipasi perkembangan zaman adalah adaptive leadership, kemampuan kepemimpinan yang adaptive yang mampu beradaptasi dengan keadaan yang makin hari semakin berubah dan membingungkan. Komplikasi- komplikasi persoalan pun semakin sulit dipahami. Banyak fenomena baru yang tidak dipahami sehingga membutuhkan banyak interaksi dengan banyak keilmuan.

IMG-20170601-WA0011

“Silaturrahim seperti ini terus merefresh ilmu- ilmu penerintahan kita. Mengupdate ilmu pemerintahan dalam kekinian yang kita hadapi. Hari ini persoalan juga hidup, ia tumbuh dan berkembang dengan cepat. Sehingga penanganan kita perlu juga cepat dan perlu dengan ilmu yg refresh,” ucapnya dalam sambutannya.

Tapi yang jelas, kata Danny, koding (penada) persoalan masyarakat hari ini, Ia menemukan sebuah garis bahwa apa pun yang terjadi dari semua masalah perkotaan ini harus kembali ke elemen terkecil dari kehidupan berkelompok atau bersosial, yakni keluarga.

“Kalau keluarga- keluarga berhasil kita bina dengan baik, maka insya allah semua persoalan masyarakat akan dapat selesai dengan sendirinya. Semua persoalan sosial selalu berasal dari sebuah keluarga. Maka keluarga menjadi bagian yang sangat- sangat penting untuk kita jadikan satuan sosial, dari setiap persoalan pengaturan mangemen perkotaan dan managemen pemerintahan,” pungkasnya lagi.

Karena itu keluarga merupakan indeks ukuran strategi sebuah pemerintahan untuk mengatasi banyak masalah di perkotaan ini.

Kadang- kadang menurut hemat wali kota berlatar arsitek ini, pemerintah hanya menjadi pemadam kebakaran. Menunggu persoalan itu ada dan kemudian tidak bisa menuntaskan. “Padahal tugas kita bagaimana persoalan itu selesai,” katanya.

Karena persoalan yang dihadapi saat ini komplikasinya sangat tinggi persis seperti penyakit. Karena itu pada purna praja yang hari ini dilaporkan 211 orang di pemerintah kota Makassar dan sekitar 150-an mendapatkan jabatan memberi tanda bahwa inti dari pemerintahan kota Makassar salah satunya adalah terletak pada purna praja.

Baik kualitas purna praja, kata Danny baik pula kualitas pemerintah kota Makassar. Jika buruk purna praja maka buruk pula pemerintahan itu. “Wali kota hanya salah satu variable. Karena itu sy mengajak kita semua untuk konsolidasi menghadapi perubahan ini, kapan orang cepat puas maka ia akan digilas oleh perubahan, Kapan kita tidak adaptif maka kita akan digilas perubahan.” pungkasnya.

Dan bagi wali kota bertagline dua kali tambah baik ini konyol jikalau pemerintahan apalagi dari kalangan purna praja digilas perubahan karena mereka sudah punya Ilmunya.

“Selamat menjalankan ibadah ramadhan, jadikan ini sebagai ajang konsolidasi kita dengan segala kekurangan menjadi bagian untuk kita mengoreksi diri untuk bagaimana kita ke depan harus lebih baik, dua kali tambah baik,” kunci Danny. (*/Lena)