SYL Garansi WTP Sulsel Murni 100 Persen

LIPUTAN8.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2016. Opini WTP tersebut merupakan yang ke tujuh kalinya.

Pemprov Sulsel merupakan lembaga yang pertama kalinya di Indonesia meraih opini WTP selama tujuh tahun berturut-turut. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK diserahkan langsung Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis, kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPRD Sulsel HM Roem, dalam Rapat Paripurna di DPRD Sulsel, Senin (29/5/2017).

Syahrul mengatakan, raihan tersebut merupakan hasil kerja keras semua stakeholder yang ada di Sulsel.

“Pemeriksaan ini terkait berbagai sektor. Ini memperlihatkan kinerja seluruh aparat pengawasan dan aparat negara,” kata Syahrul.

WTP ke tujuh kali disebutkan olehnya bukanlah hal yang tiba-tiba dan berharap kabupaten/kota lain di Sulsel memperoleh opini yang sama.

“Kita harus berhati-hati. Namanya anggaran, laporan salah bisa bersoal. Sampai WTP ke tiga, sekarang pemeriksaannya sampai 15 tahun ke belakang,” bebernya.

Ia mengungkapkan, Stadion Mattoanging dan Gedung Juang 45 menjadi temuan sebagai rekomendasi. Karenanya, hal tersebut harus diperhatikan untuk diselesaikan.

“Hasil pemeriksaan di Sulsel saya garansi 100 persen murni,” tegasnya.

Syahrul menambahkan, persoalan yang harus diselesaikan lebih baik ditemukan sekarang daripada nanti, ketika pejabat bersangkutan tidak menjabat.

Sedangkan terkait persoalan kredibilitas pemeriksaaan BPK,  Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis menyebutkan, LHP Sulsel bersih dan tidak ada suap.

“Tak ada bayar-bayaran, Lillahi Ta’ala. Tak ada WTP Sulsel sebelum ada clean dan clear di BPKP Perwakilan Sulsel,” ucapnya. (mri)