Pengamat ini Sebut Nasran Mone Politisi Cerdas Layak Dampingi DP

LIPUTAN8.COM — – Terkait viralnya di beberapa group medsos dan Whats App (WA) pasangan DP-NM, menjadi salah satu penilaian tersendiri bagi pengamat politik di Makassar, Salah satunya Pengamat Politik Arif Wicaksono yang juga sebagai salah satu dosen di Universitas Bosowa (Unibos),

Saat ini salah satu Calon yang transparan mengungkapkan bahwa dirinya maju sebagai calon wakil walikota makassar 2018 mendatang hanyalah Nasran Mone atau yang akrab di sapa Cak Mon dengan Tageline “Nakke Tosseng”, menjadi keunikan tersendiri dan penuh kreatifitas serta apa adanya dalam melaju sebagai bakal calon Wakil walikota Makassar 2018.

“Perlu diketahui bahwa semasa di DPRD Nasran Mone banyak gagasan yang di perbuat antara lain, penggagas insentif RW dan RT se kota makassar, yang di mulai dari 75 ribu insentif RW dan 50 ribu Insentif RT, dam kini sudah mencapai 1 juta insentif RW/RT”

Arif Wicaksono saat di komfirmasi terkait DP – NM untuk pasangan Pilwalkot mendatang mengungkapkan,

“Saya kira peluang pasangan pak Danny Pomanto bisa siapa saja, termasuk pak Nasran Mone, mengingat DP sekarang adalah incumbent dan memiliki atau menguasai kekuatan birokrasi pemkot Makassar”.

Menurut tanggapan Arif Wicaksono saat di tanyakan awak media, tentang basis massa yang Rill dan jelas dimiliki Nasran mone

Arif Wicaksono mengatakan, Iya, saya kira pak Nasran Mone dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota DPRD selama 3 periode, dan juga diketahui sebagai pembina pada beberapa organisasi masyarakat, sudah dipastikan memiliki basis Rill yang selalu terjaga dari dulu hingga kini, dan sudah tentu cukup punya peluang yang besar untuk berdampingan Danny Pomanto

“Sebagai mantan anggota legislatif pak Nasran Mone tentu punya basis massa dan pemilih yang cukup baik, dan jika beliau terus menjaga hubungan baik dengan konstituennya, serta terus membina organisasi masyarakat, maka saya kira itu modal buat NM”.

Lanjut dikatakan Arif Wicaksono, Namun, tentu saja kalkulasi politik atau simulasinya tidak sesederhana itu. Diperlukan kerja politik yang lebih terukur untuk berpasangan dengan incumbent. Karena petahana saat ini bukan orang partai dan masih sementara juga mencari partai pengusung. (Lpt8/iqbal)