Harga Sembako mulai Merangkak Naik

LIPUTAN8.COM — Pekan pertama Ramadhan di Sulsel, ditandai dengan kenaikan beberapa harga komoditas pokok. Peningkatan harga ini seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat.

Hasil temuan Dinas Perdagangan Sulsel, harga sejumlah komoditas barang mulai merangkak naik.

Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada daging sapi, di mana harga sudah mencapai Rp110 ribu per kilogram.

Selain itu, cabai rawit mengalami kenaikan sebesar Rp30.000 menjadi Rp33.000 per kg.

Lalu bawang putih menjadi Rp59.000 per atau mengalami kenaikan rerata Rp9.000 serta daging ayam menjadi Rp25.000 per kilogram.

Selain itu, komoditas lainnya yang mengalami kenaikan seperti telur ayam menjadi Rp36.000 per rak.

Terkait kenaikan harga ini, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengakui masih dalam proses pemantauan pihaknya. Untuk langkah antisipasi, pihaknya akan melakukan evaluasi per minggu.

“Kita lakukan monitoring perminggu dan ada batas tertentu yang dalam pengendalian kita. Kalau memang ada yang melampau batas kita sudah siapkan tiga agenda penyelesaian,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (29/5/2017).

Syahrul menyebutkan tiga langkah antisipasi, yaitu memperlancar distribusi sembako ke pasaran. Kedua melakukan pengendalian di pasar-pasar terdekat. Dan yang terakhir melakukan pasar murah dan operasi pasar.

Terkait stok sembako, Syahrul mengakui hingga saat ini masih dalam kondisi yang aman.

“Daging saya banyak, cuma orang lain menyerbu ke Makassar, ada dari Papua dan Kaltim (Kalimantan Timur),” jelasnya.

Berdasarkan data pantauan harga Dinas Perdagangan Sulsel pada 10 pasar tradisional di Makassar, Minggu 28 Mei, sebagian besar komoditas mengalami kenaikan harga dengan besaran bervariasi.

Hanya saja untuk beberapa komoditi kestabilan harga tetap berlaku seperti gula yang berada pada harga Rp12.000 per kilogram, minyak curah Rp11.000 per liter serta daging sapi jenis tertentu yang tetap berada pada kisaran harga di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah mengemukakan pergerakan harga tersebut masih dalam batasan wajar, di mana secara historis lonjakan permintaan kerap terjadi pada pekan pertama Ramadan sehingga berimbas pada harga komoditas.

“Namun begitu, tetap akan kami pantau. Sudah ada kerjasama dengan instansi terkait untuk antisipasi lonjakan harga signifikan. Khusus komoditas bawang memang sedikit terjadi keterlambatan distribusi, namun diharapkan bisa kembali normal secepatnya,” pungkasnya. (mri)