Hadiri Silaturahmi PWNU, Wakapolda Sulsel: Saya Bangga Warga NU Menyuarakan Keutuhan NKRI

LIPUTAN8.COM — Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Gatot Eddy Pramono menghadiri sekaligus membuka Silaturrahmi Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sulsel bersama ROIS AM PBNU KH Ma’ruf Amin yang dirangkaikan Halaqah Dakwah Wasathiyah An-Nahdliyah di auditorium KH.Muhyiddin Zain UIM Makassar, Jl Perintis Kemerdekaan KM.9 Makassar, Sabtu (20/05/2017)

Hadir pada acara tersebut Ketua MUI Sulsel AGH. Sanusi Baco, LC, pengurus PWNU Sulsel, jajaran Syuriah dan Tanfizia, 21 pengurus PCNU Se Sulsel. Selain itu, peserta silaturrahmi banyak dihadiri oleh para pengurus NU,unsur akademisi dan mahasiswa  dari perwakilan perguruan tinggi di Sulsel.

IMG-20170520-WA0065

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam sambutannya sebelum membuka Halaqah dan Wasathiyah An-Nahdliyah menjelaskan bahwa sejarah kemerdekaan tidak lepas dari peran ulama-ulama NU, Pemuda NU, dan Muslimat NU, bahkan paham Komunisme juga ditangkal oleh ulama NU.

Di hadapan seluruh ketua dan pengurus PCNU se Sulawesi Selatan, Wakapolda menyampaikan, Tahun 2030 nanti, bangsa kita bakal menjadi negara terbesar ekonominya, kalau negara kita mampu menjaga keutuhan NKRI, dan Peran sangat vital memelihara keutuhan tersebut telah diembang dengan baik oleh warga Nahdliyin.

“Keberagaman kita adalah kekayaan bagi kita, yang terwujud dalam toleransi, dan saya bangga terhadap Warga NU yang secara lantang bersuara untuk keutuhan bangsa ,” kata Jendral Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Sementara, Sekretaris PWNU Prof DR Arfing Hamid, menginformasikan bahwa KH.Ma’ruf Amin akan tiba di Makasar pukul 13.00, siang usai menghadiri acara di Surabaya, Arfin juga mengatakan , Ma’ruf Amin sengaja didatangkan untuk memberikan nasihat dan wejangan kepada para pengurus dan ulama yang hadir sekaligus akan menghadiri peringatan IV Haul AGH.Drs. Muh Harisah AS di Tripleks C Tanjung Bunga.

Lebih lanjut Arfing menjelaskan Halaqah Dakwah dilaksanakan guna menanamkan ke peserta, agar pelaksanaan dakwah oleh Ulama NU jauh dari pesan benci, mencaci, dan menfitnah. (Bur)