Bank Sampah ‘Mawar Merah’ Tamalanrea Indah Juara Satu Tingkat Kota Makassar

LIPUTAN8.COM — Satu lagi prestasi diraih kelurahan Tamalanrea Indah kecamatan Tamalanrea, Makassar. Kali ini kelurahan yang dipimpin Aminuddin DS sukses membina Bank Sampah Unit (BSU) di wilayah kerjanya.

Salah satu bukti konkrit keberhasilan itu dibuktikan dengan meraih juara satu lomba bank sampah tingkat Kota Makassar yang digelar Yayasan Peduli Negeri (YPN) Makassar belum lama ini.

BSU Mawar Merah RW 2 Tamalanrea Indah sukses meraih juara satu dengan timbangan (volume) sampah terberat se Kota Makassar. Selain itu BSU Mawar Merah juga memiliki sistem pengelolaan dan administrasi bank sampah yang baik.

“Alhamdulillah, kami juara satu lomba bank sampah tingkat Kota Makassar. Ini berkat dukungan dan pembinaan intensif oleh Pak Lurah,” kata Direktur BSU Mawar Merah, Salgawati Syam kepada liputan8.com, Sabtu (20/5/2017).

“Kami dapat timbangan sampah paling tinggi, dan administrasi pengelolaan bank sampah yang baik,” ujarnya.

BSU Mawar Merah yang berada di RT 4 RW 2 BTN Hamzy didirikan 2015 dikelolah 9 orang yang dikoordinir oleh Salgawati Syam.

Menurut Salgawati, penimbangan sampah dilakukan 4 kali dalam seminggu. Omzet rata-rata mencapai Rp40 juta per bulan.

“Yang paling banyak dos dan kertas putih 500 kilo per minggu. Kemudian gelas pelastik 300 kilo, besi dan aluminium 30 kilo per minggu,” kata Salgawati.

Sementara Lurah Tamalanrea Indah, Aminuddin DS mengaku bangga dan salut dengan pengelolaan BSU Mawar Merah RW 2 yang tetap eksis dan konsisten mengelola BSU dengan baik dan profesional. Makanya BSU Mawar Merah ini patut diganjar prestasi.

“Kita patut berayukur dan berbangga, karena BSU Mawar Merah ini mendapat juara satu tingkat Kota Makassar. Dengan perestasi ini adalah bukti keseriusan kami dalam membina BSU berbasis masyarakat,” cetus Aminuddin.

Aminuddin menjelaskan, tujuan dibangunnya bank sampah sebenarnya bukan bank sampah itu sendiri. Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

Bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warga.

Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan. (edi)