Si ‘ Kolor Ijo’ Tewas Tertembak, Berikut Kronologisnya

LIPUTAN8.COM — Pelarian Iqbal alias Bala (34) yang juga dikenal sebagai Kolor Ijo terpidana pembunuhan dengan vonis hukuman mati tewas tertembak di dalam hutan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan , Jumat (19/5/2017).

Iqbal si Kolor ijo,tewas tertembak setelah melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan tim gabungan yang dipimpin langsung Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Edy Sabhara.

” Pada saat akan diringkus oleh Tim, pelaku ini melakukan perlawanan dengan senjata jenis parang yang dia pegang, sebelumnya sudah di berikan tembakan peringatan, ” Kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Jumat (19/5/2017).

Dicky menjelaskan, ihwal penangkapan pelaku berawal saat pelaku Risal Sangaji alias Ical (27) terpidana kasus pembunuhan dengan vonis pidana seumur hidup diamankan jajaran Polres Poso, Senin 15 Mei 2017. Informasi tertangkapnya pelaku Rizal kemudian ditindak lanjuti oleh Tim Jatanras Polrestabes Makassar untuk menjemput pelaku di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.

Dari hasil introgasi, diketahui bahwa pelaku setelah melarikan diri dari Lapas Kelas 1 Gunung Sari Makassar, Pelaku Rizal Sangaji, Iqbal alias Kolor Ijo dan Asrul alias Arul menuju ke Mangkutana dengan menumpang mobil truk di jalan,setelah sampai di Mangkutana ketiga pelaku masuk ke hutan untuk bersembunyi. Setelah bersembunyi selama 5 hari, Kata Dicky, pelaku Rizal dan Asrul keluar untuk mencari makanan, namun perjalanan kembali ke hutan keduanya terpisah.

” Saat perjalanan kembali ke hutan, keduanya terpisah, pelaku Rizal menuju ke Poso dan pelaku Asrul tidak diketahui mengarah kemana, sementara pelaku Iqbal tetap bersembunyi di hutan, ” Urai Dicky Sondani.

Berdasarkan informasi yang dihinpun dari Kepolisian, pada tanggal 17 Mei 2017, Tim gabungan yang dipimpin langsung Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Edy Sabhara melakukan penyisiran di hutan tempat persembunyian pelaku Iqbal alias Bala atau yang dikenal dengan Kolor Ijo.Setelah didalam hutan pelaku Iqbal ditemukan oleh anggota yang sementara berada di dalam tenda, saat akan dilakukan penangkapan pelaku berhasil melarikan diri dengan membawa parang,anggota yang tidak mau kehilangan pelaku kemudian memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan, akhirnya aparat melumpuhkan pelaku, namun tetap berhasil melarikan diri. Setelah beberapa jam pencairan pelaku, tidak membuahkan hasil, anggota kemudian meninggalkan hutan.

” Setelah beberapa jam pencairan, anggota tidak menemukan pelaku, dan akhirnya tim meninggalkan hutan dan melanjutkan pencarian esok harinya, ” Tambah Dicky.

Keesokan harinya, Kamis 18 Mei 2017 Polisi kembali melakukan penyisiran ke dalam hutan, pelaku yang terdesak akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya, pada saat akan diringkus oleh petugas, pelaku kemudian melakukan penyerangan terhadap Salah satu anggota menggunakan parang, akhirnya anggota mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku dengan menembak terpidana.

” Anggota di lapangan mengambil tindakan tegas dan melumpuhkan pelaku, jenasah pelaku selanjutnya akan di bawah ke Rusia Sakit Bhayangkara Makassar. Barang bukti yang diamankan berupa sebilah parang dan tenda yang digunakan pelaku saat berada di hutan, ” Pungkas Dicky Sondani. (Bur) .