Wagub Sulsel Agus AN bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto Sidak ke Pasar Terong

LIPUTAN8.COM — Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang bersama Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU), Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, dan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rijal melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional Terong dan dua retail, Selasa (16/5).

Sidak dilakukan untuk mengetahui stok dan harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang Ramadan.

Sidak diawali di pasar Terong Makassar.  Di sana, rombongan memantau sejumlah komoditi, khususnya beberapa jenis barang yang harganya kerap berfluktuasi. Seperti bawang putih dan bawang merah.

Di pasar tradisional tersebut, harga bawang putih sekitar Rp38 ribu per kilogram untuk harga distributor tapi itu masih stok lama. Minyak goreng Rp11 ribu. Sementara untuk stok beras aman.

Usai sidak di Terong, rombongan berpindah ke Hypermart dan Lotte Mart Panakkukang.

Ketua KPPU Pusat, Syarkawi Rauf menjelaskan, setelah melakukan peninjauan, secara umum stok kebutuhan pokok di pasar cukup aman dan terjamin. Namun masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi.

Misalnya harga minyak goreng dipasaran masih Rp11 ribu keatas sementara harga yang ditetapkan pemerintah Rp10 ribu.

“Jadi stok dan harga relatif stabil,” ungkapnya.

KPPU meminta jangan ada yang berani mempermainkan harga karena ada sanksi tegas yang menanti.

Satgas pangan dari Polri dan Pemerinrah Daerah akan tegas menindak spekulan yang berani ambil keuntungan saat permintaan kebutuhan pokok mengalami peningkatan.

Sementara itu,  Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengemukakan,
untuk Sulsel saat ini, berdasarkan laporan, stok kebutuhan pokok seperti gula, beras, minyak goreng, dan lainnya, mencukupi hingga Idul Adha mendatang.

“Pasokan jelang Ramadan berdasarkan laporan Dinas Perdagangan untuk beras aman untuk 26 bulan, daging empat sampai lima bulan, daging ayam lima bulan lebih. Jadi kebutuhan selama Ramadan sampai Idul Fitri bahkan sampai Idul Adha, insya Allah cukup,” ungkapnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan, pihaknya sudah punya pengalaman setiap tahun menjelang Ramadan, cara menangani harga dan menjaga stok kebutuhan pokok masyarakat. Salah satunya, terus melakukan pengawasan melekat terkait pergerakan harga barang dan menjaga pasokan tetap cukup. (mri)