Tuntut Ganti Rugi Lahan, Ahli Waris Segel SDI Pajjaiang, Murid-murid Belajar di Jalan

LIPUTAN8.COM — Sejumlah warga yang mengaku ahli waris lahan di Kompleks SDI Pajjaiang, kelurahan Sudiang Raya, kecamatan Biringkanaya, Makassar menutup paksa SDI Pajjaiang dengan menggembok pintu pagar sekolah.

Penutupan sekolah yang dilakukan ahli waris itu dilakukan sejak Rabu (3/5) hingga hari ini sekolah tersebut masih tergembok.

Akibatnya ratusan murid dari tiga sekolah tersebut masing-masing SDI Pajjaiang 1, SDI Pajjaiang 2 dan SDN Pajjaiang belajar di pinggir jalan sebagian di pangkalan ojek.

“Ditutupki sekolahta pak, ahli waris yang tutup. Kami di larang masuk, kami juga diancam kalau kami masuk tanpa izin mereka,” kata Rahmawati salah satu guru SDI Pajjaiang.

“Kasihan anak-anak, telantar seperti ini. Kami ini korban yang tidak apa-apa,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, M Hasbi yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, menyesalkan oknum warga yang menutup paksa sekolah. Cara-cara seperti ini sangat tidak benar, dan sangat disayangkan.

“Masa gara-gara lahan, anak-anak kita dikorbankan, harus belajar di luar. Harusnya dibicarakan baik-baik, dan mencari solusinya. Tapi kalau begini caranya, polisi yang akan turun tangan,” kata Hasbi melalui telepon selularnya.

“Lahan sekolah SD Pajjaiang adalah milik/aset Pemkot, bisa di cek di bagian aset,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Sofyan Manai SH MH menuturkan, warga yang mengaku ahli waris itu tidak memiliki dasar atau alas hak.

“Kami sudah panggil mereka (Ahli waris, red), rinci yang mereka tunjukkan tidak benar alias palsu. Tapi mereka tetap ngotot, namun kami sarankan menggugat Pemkot melalui Pengadilan Negeri,” tegas Sofyan Manai dihubungi via Handphone pagi tadi.

“Kalau ada yang tutup sekolah, polisikan saja. Mereka itu tidak punya hak menutup sekolah. Nanti kami berkoordinasi dengan Camat dan Lurah serta Polsek setempat untuk bertindak tegas di lapangan,” tandasnya. (rif)