Mediasi Sukses, Warga Buka Segel SD Pajjaiang

LIPUTAN8.COM — Pemilik lahan (Ahli waris) SDI Pajjaiang kelurahan Sudiang Raya kecamatan Biringkanaya akhirnya membuka segel/gembok pagar Kompleks SD Pajjaiang, Kamis (4/5/2017) malam.

Itu dilakukan setelah Camat Biringkanaya, Dr Andi Syahrum Makkuradde, SE MSi didampingi Lurah Sudiang Raya Wahyu duduk bersama dengan ahli waris dan tokoh masyarakat membicarakan kisruh yang terjadi di sekolah tersebut.

Selain membuka segel, ahli waris dibantu warga lainnya juga menurunkan spanduk ‘Tuntutan Ganti Rugi Lahan’ yang terpasang di depan sekolah.

Dengan begitu, aktivitas proses belajar mengajar (PBM) di Kompleks SDI Pajjaiang 1 dan SDI Pajjaiang 2 akan kembali lancar dan normal kembali.

Camat Biringkanaya Andi Syahrum mengatakan, kami sudah duduk bersama ahli waris. Setelah kami berbincang dan memberikan pemahaman, ahli waris kemudian membuka segel/gembok sekolah yang terpasang sejak pagi tadi. Spanduk yang terpasang didepan sekolah juga sudah diturunkan.

“Tidak ada hambatan, semua berjalan tertib dan lancar. Kita sudah bicara baik-baik dengan ahli waris, semua aman dan terkendali,” kata Andi Syahrum.

“InsyaAllah mulai besok, proses belajar mengajar di sekolah ini kembali lancar dan normal kembali seperti biasanya,” cetusnya.

Camat menambahkan, Jumat besok rencananya semua pemangku kepentingan akan membahas persoalan lahan SDI Pajjaiang di DPRD Makassar. Kita mau rapat dengar pendapat di Komisi A.

“Lahan di sekolah ini memang milik warga. Kami sudah cek, suratnya lengkap, rinci dan terdaftar di buku. Sudah pernahmi juga dibebaskan sebagian GOR Sudiang,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar MM menuturkan, terima kasih kepada pemerintah setempat terkhusus kepada warga, karena sudah membuka kembali gembok pagar di SD Pajjaiang.

“Terima kasih Pak Camat, Lurah dan warga setempat yang sudah membuka kembali segel di sekolah itu, kita berharap tidak ada lagi gejolak dan semua harus menahan diri. Mari kita bicarakan baik-baik, jangan karena persoalan lahan mengganggu proses belajar mengajar,” kata Ismunandar via handphone. (Aco)