Wali Kota Danny Terima Kunjungan Media Arab Saudi

124

LIPUTAN8.COM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto didampingi Kabag Humas Firman Hamid Pagarra, dan Kabag Kesra Aswis Badwi menerima kunjungan media Sabq.org yang berkantor di Arab Saudi, Senin, 1 Mei 2017 di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Penghibur.

Syekh Abdulrahman Ali Alfaifi, dan Syekh Bader Saad Alotaibi mewakili Media Sabq.org bertemu orang nomor satu Makassar. Kedua jurnalis itu berkunjung ke Makassar untuk melakukan peliputan program dan kebijakan pemerintah kota Makassar di bidang keagamaan.

Mereka tiba di Makassar Minggu, 30 April 2017 malam dan akan bertolak ke Jakarta Selasa, 9 Mei 2017 sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Sabq.org adalah media Arab Saudi yang tidak hanya terbit dalam format online. Media itu juga dapat dinikmati dalam bentuk cetak.

“Makassar memiliki banyak program dan kebijakan di bidang keagamaan. Kami memiliki Gerakan Makassar Shalat Subuh Berjamaah (GMSSB) yang telah berjalan sejak tahun lalu, setiap bulan di hari Ahad pada pekan terakhir,” kata Wali Kota Danny.

IMG-20170501-WA0046

Pemerintah kota (Pemkot) juga mengalokasikan anggaran pembinaan kesejahteraan keagamaan bagi guru mengaji, imam shalat rawatib, dan pemandi jenazah. Perhatian Wali Kota Danny juga ditujukan ke rumah ibadah dengan menyalurkan bantuan bagi mesjid yang tengah direnovasi ataupun sementara dibangun.

Unsur keagamaan yang disandingkan dengan budaya lokal juga kerap mewarnai hajatan yang dihelat Pemkot Makassar. Contohnya saat terjadi gerhana matahari. Di saat kota – kota lainnya yang mengalami gerhana matahari menggelar festival musik, Wali Kota Danny memilih melaksanakan shalat sunnah gerhana matahari (shalat sunnah Kusuf) dipadu dengan pertunjukan Sinrilik, kesenian tradisional khas Makassar.

“Makassar kota yang sangat religius memiliki banyak program keagamaan tanpa meninggalkan budaya lokal,” kagum Jurnalis Sabq.org Syekh Bader Saad Alotaibi.

Selain Makassar, Syekh Bader bersama Syekh Abdulrahman juga mengunjungi Kalimantan, Manado, Toraja, Bulukumba, dan Enrekang. Selain mereka, masih ada empat jurnalis lainnya yang diturunkan ke DI Aceh, Lombok, dan Jawa untuk menjalankan tugas serupa. (*)