Pegawai Kantor Kemenag Makassar Keluhkan Pemotongan Dana Tunjangan Kinerja

LIPUTAN8.COM — Sejumlah staf pegawai lingkup kantor Kemenag Kota Makassar mengeluhkan adanya pemotongan dana tunjangan kinerja (Tukin) yang diterimanya pada bulan Februari 2017.

Mereka mempertanyakan potongan Tukin Rp500 ribu per orang yang tidak jelas peruntukannya.

“Kami pertanyakan kenapa ada potongan Rp500 ribu per orang dari Tukin yang kami terima pada Februari lalu. Kami tidak tahu untuk apa itu?,” kata staf pegawai salah satu KUA di Kota Makassar yang minta namanya tidak disebutkan.

“Memang tidak dipotong langsung, tapi setelah dana Tukin itu masuk ke rekening, kami disuruh menyetor sama staf kepercayaan Kandepag,” ujarnya.

Menurutnya, dana tersebut merupakan tunjangan kinerja pertama yang diterimanya setelah terangkat PNS tahun 2013.

“Sejak kami terangkat 2013, kami baru dapat Tukin pada Februari lalu. Nilai Tukin yang kami dapatkan bervariasi, tergantung golongannya,” cetusnya.

Dia menyayangkan adanya pemotongan dana Tukin tersebut. Apalagi tidak jelas peruntukannya. Seandainya kami tahu dan jelas peruntukannya tidak masalah, kami pasti ikhlas memberi.

“Tapi ini tidak, kami dimintai Rp500 ribu per orang, tapi tidak jelas untuk apa uang tersebut. Lumayan, kalau Rp500 ribu, dikali 112 orang bisa mencapai Rp56 juta,” keluhnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Makassar, Muhammad Nur Khalik yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, membantah jika ada pemotongan Tukin pegawai lingkup Kemenag Makassar.

“Tidak ada seperti itu, siapa yang potong Tukin mereka. Itu fitnah, coba yang merasa dipotong dana Tukinnya menghadap sama saya. Jangan fitnah orang dan membuat cerita bohong di luar,” kata Muhammad Nur Khalik. (*)