Kameramen iNews TV Diancam dan Diperlakukan Kasar di Kantor Kejati Sulsel

?????????????????????????????????????????????????????????

LIPUTAN8.COM — Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kini salah satu kameramen iNews TV, Muhammad Nur Leo diperlakukan kasar terhadap salah seorang yang mengaku penasehat hukum, bernama Ilho.

Leo sapaan akrab Muhammad Nur Leo dibentak, dan ditarik kerja bajunya saat melakukan perekaman gambar di Kantor Kejati Sulael, Makassar, Selasa (14/2/2017).

“Kenapa kau merekam rekam, kau siapa,” kata Leo meniru gertakan Ilho.

“Saya sementara ambil gambar, dia langsung datang menggertak, kerja bajuku ditarik. Dia juga mau rampas kameraku,” akunya.

Meski telah dilerai oleh beberapa Jaksa, namun Ilho dan beberapa orang lainnya datang menyerbu dan mencecar Leo sembari mengancam agar rekaman tersebut dihapus.

“Hapus itu, kau lihat orang diatas lagi panas,” tukas Leo menirukan.

Leo mengaku dirinya juga kaget, sebab biasanya dikejaksaan dia tidak pernah dapat larangan untuk meliput, apalagi memang dia melakukan tugas jurnalis.

Sementara Ilho mengaku Leo merekam tanpa persetujuannya, sehingga sontak naik pitam, ia mengaku sangat tahu soal jurnalistik dan mengenal para jurnalis senior.

“Saya tadi itu bertanya, kenapa ko rekam saya, saya tanya namamu, kau tidak menjawab, kau memang salah, ujarnya.

Ilho mengaku sangat tahu persoalan jurnalistik. Sebab dia dulunya juga merupakan jurnalis TPI, bahkan menyebut sejumlah nama seperti Ana Rusli, Ucok Jenta dan beberapa nama wartawan senior lainnya.

“Saya ini wartawan dulu, saya tau semua senior senior mu, saya dulu itu di TPI, saya tahu itu Ana Rusli, Uco Jenta,” tukasnya

Kasipenkum Salahuddin mengaku dirinya sempat melerai, bahkan sempat memanggil pihak kepolisian.

“Saya sempat melerai, tapi beberapa orang datang menunjuk nunjuk bahkan menarik paksa id cardnya si Leo,” kata Salahuddin.

Akibat kasus ini, Leo berencana untuk melaporkan hal ini ke Organisasi Pers dan juga akan melaporkan ke pimpinannya.

“Saya mau melapor, tapi saya ke kantor dulu untuk melakukan laporan,” tandasnya. (iqbal)