Jelang Tanam Cabe Massal, Indira Jusuf Tinjau Persiapan Pokja Bulo

LIPUTAN8.COM – Ketua Tim Penggerak PKK kota Makassar, Indira Jusuf Ismail turun langsung memeriksa kondisi bibit cabe yang telah disemai di lokasi Klinik BULO di kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (22/1/3017). Pemeriksaan ini dilakukan jelang pelaksanaan aksi tanam 10.600 bibit cabe secara massal pada Minggu (29/1/2017) di lokasi tersebut.

Pada kesempatan ini, Indira mengharapkan seluruh warga kota Makassar untuk ikut ambil bagian dalam aksi tanam cabe secara massal yang akan di pimpin langsung Walikota Makassar, Danny Pomanto.

“ Inilah saatnya kita kembali bercocok tanam.Manfaatkan seluruh lahan tidur, halaman rumah, bahu jalan, maupun lorong-lorong yang ada di lingkungan kita. Semua harus bersinergi, aparat pemerintah, masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di lorong” ujar Indira disela-sela peninjauan dilokasi pembibitan cabe.

Dalam peninjauan ini, Indira didampingi Ketua Kelompok Kerja Badan Usaha Lorong, DR.Sakkapati, Ketua Panitia penanaman cabe massal, Harun Alrasyid. Selain itu, hadir juga sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diantaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kota Makassar, Sri Sulsilawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Tenri A Palallo, Kadis Koperasi kota Makassar, Evi Apriati, Kadis Perindag kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, sejumlah camat serta stakeholder lainnya, termasuk pendamping dari Unhas, kelompok tani (Poktan) lorong di kecamatan Biringkanaya, dan kelompok mahasiswa Pertanian dari Unhas, UIM, UMI, serta Unismuh

“Alhamdulillah, sejauh yang kami lihat pertumbuhan bibitnya sangat bagus, semoga ini bisa terus dipelihara, termasuk setelah penanaman nanti. Terima kasih kepada adek-adek mahasiswa dari fakultas Pertanian yang telah ikut melakukan pendampingan. Insya Allah ini akan kita terus kembangkan di seluruh kecamatan di kota Makassar” lanjut Indira yang juga merupakan istri walikota Makassar, Danny Pomanto.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Kelompok Kerja Badan Usaha Lorong, DR.Sakkapati menjelaskan terbentuknya lima belas Klinik Bulo di seluruh kecamatan yang ada di kota Makassar yang nantinya akan membantu 500 kelompok tani lorong dalam menjalankan setiap program BULO.

“Momentum penanaman 10.600 pohon secara massal pada tanggal 29 Januari mendatang akan menjadi role mode untuk 500 lorong yang ada di kota Makassar” ujar Sakkapati.

Sakkapati yang juga merupakan akademisi Unhas ini menjelaskan peran OPD terkait dalam mempercepat program BULO.

“BULO merupakan bentukan Pak Walikota Makassar dalam mendorong percepatan peningkatan ekonomi warga lorong. Program ini di support langsung oleh seluruh OPD di lingkup kota Makassar sesuai dengan tugas dan fungsi nya masing-masing” lanjutnya.

Sementara itu, Pakar Pertanian dari Universitas Hasanuddin, Rahmansyah Darmawan, SP.M.Si, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendampingan terhadap kelompok tani lorong yang dibentuk oleh Badan usaha Lorong (Bulo) Makassar.

“Bibit cabe hari ini tepat berusia 22 hari. Jumlah daun yang tumbuh setiap bibit sudah mencapai empat sampai lima lembar, tinggi tanaman sudah sekitar sepuluh sentimeter.  Alhamdulillah, setelah dilakukan penyemaian, pertumbuhan bibitnya sangat bagus sekali. apalagi semua tim bekerja sangat disiplin. Mulai dari Pak Camat Biringkanaya, ibu-ibu PKK serta masyarakat disini sangat bersemangat melakukan perawatan, pemupukan termasuk mengendalian hama “ ujar Hermansyah.

Ditempat yang sama, Camat Biringkanaya, Syahrum Makkuradde menjelaskan sejumlah rutinitas pemeliharaan bibit cabe jelang penanaman secara massal yang akan di pimpin langsung oleh Walikota Makassar, Danny Pomanto.

“Kita berharap, pada tanggal 29 januari mendatang, bibit-bibit kita sudah siap untuk dipindahkan dan dilakukan penanaman secara bersama-sama. Makanya, proses pemeliharaan bibit terus berjalan, utamanya penyiraman pagi sore, kecuali dalam kondisi hujan. Ini sangat penting agar bibit semaian tidak mengalami kondisi kering, mengingat cuaca Makassar sangat panas saat tidak ada hujan. Proses penguapan juga sangat tinggi. Itu bisa mengakibatkan median tanah cepat kering, makanya sangat penting diperhatikan” ujarnya.

Kegiatan pemupukan menurut Syahrum juga rutin dilakukan setiap sekali dalam tiga hari, baik itu pemupukan daun, termasuk pemupukan organik cair.

“ Jika semua berjalan sesuai rencana, kita sudah bisa melakukan panen perdana di pertengahan maret atau akhir maret, dengan hitung-hitungan masa perawatan tanaman selama enam puluh hari hingga tujuh puluh lima hari. (liputan8)