Banner-DPRD
Ekobis

Spekulan Sembako di Makassar Mainkan Harga Cabe Makin Pedas

cabe

Harga cabe rawit melambung di pasaran, Kota Makassar dan Sulsel

LIPUTAN8.COM – Harga cabai rawit merah terus meroket, saat ini mencapai harga tertinggi mencapai Rp200 ribu per kilogram di beberapa daerah. Tingginya harga cabai rawit merah diduga akibat pemainan tengkulak, mengingat, disparitas harga di tingkat petani dan pengecer sangat lebar.

Hal ini diakui oleh Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Fitriani. Menurutnya, saat ini banyak pedagang dari luar Sulsel yang membeli cabe di beberapa sentra penghasil.

“Harga di Kalimantan misalnya mencapai Rp200 ribu perKG. Sementara harga yang ada di petani saat ini, hanya Rp35-45 ribu perKg. Ini yang manfaatkan oleh pedagang, mereka jual Rp100 ribu saja sudah untuk,” katanya.

Menurut Fitriani, saat ini pasokan cabe di Sulsel cukup memadai. Namun permintaan dari luar daerah yang tinggi, bisa mengakibatkan adanya kelangkaan di pasar-pasar lokal.

Saat ini ada beberapa sentra penghasil cabe, khususnya cabe rawit. Mulai dari Pinrang, Barru, Soppeng, Maros, Sidrap, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bone dan Sinjai.

“Ada beberapa daerah yang malah dalam waktu dua atau tiga minggu kedepan akan melakukan panen besar. Kalau masalah cabe merah besar masih normal harganya, sekitar Rp15 ribu,” jelasnya.

Meski demikian, dengan musim hujan yang ada saat ini, beberapa sentra produksi cabe terganggu. Terutama di daerah Pantai Barat, yang beberapa petani mengalami gagal panen karena lahan yang terendam air.

Untuk mengantisipasi kelangkaan yang ada di pasaran, pihak dinas pertanian bersama perdagangan akan segera melakukan pendataan stok-stok cabai yang ada di kabupaten. Hal ini dilakukan untuk intervensi pasar, seperti pasar murah atau operasi pasar. (mri/liputan8)

To Top