Pemerintah Kota Makassar
Sulsel

Pengurus ICMI Sulsel Dilantik

Pengurus Ikatan Cendekiawann Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Sulsel periode 2017-2021 resmi dilantik Rabu 11 Januari, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

Pengurus Ikatan Cendekiawann Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Sulsel periode 2017-2021 resmi dilantik Rabu 11 Januari, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

LIPUTAN8.COM — Pengurus Ikatan Cendekiawann Muslim Indonesia  (ICMI) Organisasi Wilayah Sulsel periode 2017-2021 resmi dilantik Rabu 11 Januari, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Prof Arismunandar sebagai ketua bersama pengurus lainnya, dilantik langsung oleh Ketua MPP ICMI, Prof Jimly Assahiddiqie.

Dalam sambutannya, Prof  Arismunandar mengatakan jumlah total keseluruhan pengurusnya sebanyak 365 orang, yang terdiri dari ulama, akademisi, pengusaha dan pejabat. Mereka ada etalase kecendikawanan di Sulsel, dengan berbagai jenis kepakaran dan latarbelakang keilmuan.

“Pelantikan ini memang terlambat, dari sejak muswil bulan April lalu. Ini karena tak ada yang mau jadi ketua, dari beberapa formatur yang terpilih,” kata mantan rektor UNM dua periode ini.

Sebagai pengembang amanah yang mengantikan Prof Ambo Ala, dirinya bertekad untuk menjadikan ICMI sebagai organisasi yang bisa melahirkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dibarengi dengan iman dan takwa.

Terlebih persaingan kedepannya sudah tingkat internasional. Karena itu, ICMI Sulsel akan membangun sekolah bahasa dan pusat pelatihan tenaga kerja yang profesional dan kompeten.
Ketua Majelis Pengurus Pusat ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie menambahkan ICMI harus harus berani mengambil peran dalam pemerintahan. Serta menjawab harapan dari ummat dan warga.

“Banyak isu yang berkembang saat ini, mulai dari penegakan hukum, korupsi dan kesejahteraan.  Masalah yang sedang menimbulkan kekhawatiran saat ini adalah gejala diintegrasi karena urusan agama, yang sudah mengara kepada konflik SARA,” tambahnya.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap ICMI dengan orang pilihan yang memiliki kapasitas kepakaran yang cukup handal dan terkemuka, bisa bersama-sama pemerintah mendorong pembangunan.

“Kita berharap ICMI tidak melakukan akselerasi program yang sama dengan ormas lain. Harus lebih pada pendekapatan konsepsi akademis, ada ukuran yang bisa dijadikan pegangan untuk kelimuan dengan pikiran yang istiqamah,” jelasnya.

Dalam proses pelantikan ini juga dilakukan MoU antara ICMI dan pemprov dalam bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Juga diluncurkan website resmi ICMI Sulsel dan Website pusat ole-ole ICMI. (rmt)

Facebook Comments
To Top