Inilah Jadwal Tahapan Pemilihan RT dan RW Periode 2017-2022 Kota Makassar

Lampiran contoh surat suara pemilihan Ketua RT/RW Se Kota Makassar 2017
Lampiran contoh surat suara pemilihan Ketua RT/RW Se Kota Makassar 2017

LIPUTAN8.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali melanjutkan proses tahapan pemilihan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) serentak di 153 kelurahan.

Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) menyampaikan jika pendaftaran nama calon ketua RT/RW berlangsung 15 Februari mendatang.

Saat ini, panitia penyelenggara tingkat kota melakukan koordinasi kepada seluruh camat dan lurah selaku pihak yang bertanggung jawab untuk membentuk dan menetapkan panitia pemilihan ketua RT/RW tingkat kelurahan.

” Kita sudah sampaikan kepada seluruh camat dan lurah untuk membentuk panitia hingga tanggal 8 Januari yang dimulai tanggal 5 besok (hari ini),” jelas Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Makassar, Iskandar Lewa.

Meski demikian, Daeng Emba sapaan akrabnya menunggu tandatangan Wali Kota Makassar untuk menyampaikan secara resmi surat edaran tentang penyelenggaraan pemilihan ketua RT/RW periode 2017-2022.

Lebih lanjut, sesuai dengan surat edarannya, dirincikan, tahapan sosialisasi ke masyarakat berlangsung 9-10 Januari dan selanjutnya petugas di tingkat RW ditetapkan 10-13 Januari.

” Panitia pemungutan dan perhitungan suara ditingkat RW, per RW tiga orang panitia,” terang Daeng Emba.

Kemudian, proses pendataan dan verifikasi data jumlah penduduk dilakukan 14 Januari hingga 6 Februari. Lalu, 7-10 Februari dilanjutkan dengan penetapan jumlah kepala keluarga sebagai pemilih tetap.
Setelah itu akan diumumkan hasil penetapan jadwal pendaftaran calon, 11-13 Februari.

” Pendaftaran calon sesuai agenda itu 15-17 Februari. Bahkan ada penambahan waktu pendaftaran sampai 18-20 Februari,” ujarnya.

Sementara, tahapan verifikasi dan pengumuman hasil persyaratan calon berlangsung 21-22 Februari. usai itu, dilanjutkan dengan proses pendistribusian undangan pemilih dan kelengkapan kegiatan pada 23-24 Februari.

“Jadi masalah kampanye tergantung dari inovasi dan kreatifitas masing-masing kelurahan yang ditunangkan dalam tata tertib pemilihan,” tutur Daeng Emba. (lpt8 / iqbal)