Banner-DPRD
Opini

Citizen Report: Dampak dari Asap Rokok…

bulkum

Nurjannah jurnalistik UIN Alauddin Makassar

LIPUTAN8.COM – Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis, mengarang,dan sebagainya Di antara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka.

Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok. Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita,meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah hingga orang dewasa dan lansia.

Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita. Untuk itu diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik.

Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung di dalamnya.

Melihat semakin banyaknya jumlah perokok setiap tahunnya, yang nantinya dampak negatifnya akan kita rasakan juga baik cepat ataupun lambat. masyarakat diharapkan dapat Mengetahui tentang seluk beluk rokok dan zat racun yang dikandungnya, Mengetahui seberapa besar dampak rokok bagi kesehatan tubu.

Selain itu, mengurangi bahkan berhenti merokok setelah mengetahui dampak yang di timbulkan Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan, Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

Tidak hanya perokok aktif saja yang memiliki resiko terkena penyakit, perokok pasif pun juga demikian. Berikut adalah penyakit yang sangat mungkin menyerang perokok pasif.
1. Meningkatnya resiko kanker paru-paru dan serangan jantung
2. Meningkatnya resiko penyakit saluran pernafasan seperti radang paru-paru dan bronkhitis
3. Iritasi pada mata yang menyebabkan rasa sakit dan pedih
4. Bersin dan batuk-batuk karena alergi
5. Sakit pada tekak, esofagus, kerongkongan dan tenggorokan.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa perokok yang merokok di tempat umum atau tidak memperdulikan orang lain yang tidak merokok adalah orang yang egois.

Nikmatnya diambil sendiri, sakitnya dibagi-bagi. Selain itu, asap rokok yang dikeluarkan lebih berbahaya daripada yang masuk ke dalam tubuh perokok pasif.

Rokok adalah benda berbentuk silinder kecil yang dalamnya berisi tembakau yang telah di campur dengan bahan-bahan lain. Rokok dibakar pada ujungnya untuk kemudian dihisab asapnya dan dibuang lagi. Rokok sudah ada sejak jaman dulu, dan sekarang rokok sudah sangat marak.

Kadang orang kurang sadar tentang Bahaya rokok, sehingga mereka merokok dengan enak dan santai kapanpun mereka sempat. Hidup sehat sebenarnya gampang dan murah,akan tetapi kadang menjadi sebuah hal yang mahal jika kita tak mau menjaganya. Dan ketika kita sakit, barulah kita sadar akan pentingnya kesehatan.

Begitu juga dengan kebiasaan merokok kita sehari-hari, Kita akan merasa rugi jika kita sudah merasakan akibat dari merokok,bahaya Rokok bagi kesehatan akan terasa jika kita sudah terlalu lama merokok.
Apa saja bahaya merokok?

Menurut penelitian seseorang yang menghisap rokok setiap hari dapat meningkatkan resiko terkena kanker laring, paru-paru, kerongkongan, rongga mulut, gangguan pembuluh darah, gangguan kehamilan dan sakit jantung. Menurut riset seseorang yang secara rutin merokok 3 hingga 4 batang sehari, delapan kali lebih beresiko terkena kanker mulut jika dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan hasil terbaru menunjukkan bahwa dalam perkembangannya merokok akan mengakibatkan kanker pankreas.

Setiap tahun frekuensi penderita penyakit kronis akibat rokok semakin meningkat. Meskipun banyak riset dan bukti otentik bahwa merokok ibarat bom waktu yang bisa merusak kesehatan. Ini dikarenakan rokok memunculkan rasa kecanduan. Di dalam rokok terkandung sebuah zat yang bernama nikotin. Zat ini bisa menimbulkan efek santai dan inilah yang membuat kebiasaan merokok sulit untuk ditinggalkan.

Proses pengolahannya dari daun tembakau sampai siap digulung menghabiskan banyak sumber daya dan terutama pohon sebagai kertas penggulungnya. Satu pohon besar harus ditebang untuk memproduksi 300 bungkus rokok. Kertas dari pohon tersebut dipakai untuk menggulung daun tembakau yang telah diolah, dipakai sebagai pembungkus dan sebagainya. Pohon berukuran besar yang memiliki efisiensi yang tinggi dalam menyaring udara malah ditebang dan digunakan dalam industri rokok yang turut menyumbang polusi udara.

Walaupun pabrik rokok meluncurkan program penanaman pohon untuk penghijauan, perlu dipertanyakan apakah ini hanya strategi peningkatan popularitas sebab laju pertumbuhan tunas pohon tersebut tidak akan pernah bisa melampaui laju pembabatan hutan yang mereka lakukan. Langkah yang lebih tepat adalah tidak menebang pohon lagi sambil menanam tunas pohon yang baru.

Ketika rokok dibakar, asap dan lebih dari 4.000 bahan kimianya terbang ke udara sebagai zat pencemar. Asap ini kemudian dihirup oleh perokok aktif maupun pasif dan menimbulkan masalah kesehatan secara kronis.
Bayangkan bila yang menghirupnya adalah anak-anak, maka secara tidak langsung kesehatan anak tersebut sudah digerogoti sejak usia muda. Bahaya rokok tidak berhenti sampai disana. Saat rokok habis dihisap, perokok dengan mudah membuang puntung rokok sembarangan.

Perokok mungkin berpikir bahan rokok berupa kertas dan daun kering tembakau akan dengan mudah diuraikan. Kenyataannya puntung rokok bukan hanya sekedar “kertas dan daun kering”. Bahan kimia beracun yang terkandung di dalamnya akan meracuni tempat dimana ia dibuang. Bila dibuang ke perairan, bahan beracun akan larut ke air dan meracuni organisme di dalamnya. Bila dibuang di tanah, bahan beracun akan meresap ke tanah dan mencemarinya.

Butuh waktu 25 tahun bagi bahan kimia tersebut untuk “diencerkan” di tanah. Namun bila puntung rokok tetap dibuang ke tanah, bahan beracun akan tetap masuk dan butuh waktu semakin lama untuk menguraikannya. Akibatnya tanaman menjadi sulit tumbuh dan tanah menjadi tandus.

“Maka mulai dari sekarng berhentilah untuk merokok, karena rokok akan membunuhmu secara perlahan degan bahan bahan kimia yang terkandung di didalamnya”.

(Nurjannah jurnalistik UIN Alauddin Makassar)

To Top