Kuatkan Peran Tersangka Korupsi Lab Teknik UNM, Penyidik Gelar Pemeriksaan Terakhir

LIPUTAN8.COM — Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel terus memaksimalkan proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Laboratorium terpadu Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM), dan akan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang tersangka.
Namun pemeriksaan kali ini keempatnya tidak lagi diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi, melainkan pemeriksaan sebagai tersangka. Empat orang yang dijadikan tersangka dalam kasus ini yaitu, Direktur PT JBN Edy Rachmat Widianto, tim teknis Jhoni Anwar, PPK UNM Prof Mulyadi dan Konsultan Manajemen Konstruksi Yauri.
 
Keempatnya nantinya akan dimintai keterangannya terkait keterlibatan dan peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut. Keempatnya akan dikonfrontir oleh penyidik sebelum dilakukan pelimpahan tahap I ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.
 
Kasubdit III Tipikor AKBP Leonardo menyebutkan, penyidik masih tengah perampungan dan melengkapi berkas perkara tersebut. Penyidik masih akan melakukan pemeriksaan saksi untuk menguatkan peran masing-masing tersangka. Dia mengaku bila keempat tersangka tersebut telah dirampungkan pemeriksaannya.

“Sudah siap untuk Tahap I, tinggal merampungkan dan melengkapi berkas-berkasnya. Kita sudah melengkapi saksi-saksi. Sehingga tinggal dilimpahkan di kejaksaan,” tutur Leonardo, Minggu (18/12/2016).

Leonardo mengatakan, setelah melengkapi berkas dan berkoordinasi dengan jaksa, penyidik berencana akan melimpahkan berkas perkara ke empat tersangka.  Pekan ini ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar. 

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Kejati untuk pelimpahan Tahap I. Mungkin minggu depan sudah kita limpahkan. Bisa aja hari Senin atau Rabu,” tandasnya.

Leo mengaku penyidik akan tetap membuka kemungkinan adanya tersangka tambahan. Untuk sementara ini penyidik masih menyelesaikan dan rencana segera melimpahkan keempat tersangka, yang telah dalam tahap penyidikan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan petunjuk, hanya empat aktor yang terbukti terlibat yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara sebesar Rp40 miliar. 

“Pada prinsipnya, kita track-nya maju, apalagi sudah disupervisi (KPK). Sementara baru empat tersangka yang terbukti terlibat, tapi tidak menutup kemungkinan kalau situasi penyidikannya bisa saja ada tersangka lain,” ucapnya.

Kasus ini bermula sejak awal Januari lalu, setelah PT JBN menerima pembayaran pelunasan, seperti tertera dalam kwitansi pembayaran tertanggal 21 Desember 2015. Padahal progres pengerjaan bangunan lab terpadu tersebut belum rampung sebagaimana dalam perencanaan pada akhir masa kontrak 31 Desember lalu. 

Bahkan hingga kesempatan kedua diberikan selama 90 hari kalender atau hingga 30 Maret, perusahaan jasa konstruksi itu tidak juga menyelesaikan pengerjaan. Dalam bukti pembayaran itu, ditandatangani tiga pihak, yakni Pejabat Pembuat Komitmen UNM Mulyadi dan Direktur PT Jasa Bhakti Nusantara Edy Rachmat Widianto. Diketahui pula dan ditandatangani Rektor yang sebelumnya menjabat dekan FT UNM Prof Husain Syam selaku pengusul gedung. (liputan8)