Kuasa Hukum Sebut Pajero Sport Milik Idris Syukur Tidak Terbukti Gratifikasi

Kuasa Hukum Andi Idris Syukur, Alyas Ismail
Kuasa Hukum Andi Idris Syukur, Alyas Ismail

LIPUTAN8.COM — Mobil Mitsubishi Pajero Sport milik, Bupati Barru non aktif Andi Idris Syukur. Tidak terbukti secara perdata merupakan mobil hasil dari gratifikasi, melainkan mobil tersebut diproleh secara jual beli yang sah. Gugatan perdata terkait soal dugaan gratifikasi mobil Pajero Sport, diajukan Idris Syukur melalui kuasa hukumnya, sejak dirinya divonis bersalah. Oleh hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, selama 4 tahun penjara.

Kuasa Hukum Andi Idris Syukur, Alyaqs Ismail mengatakan bila mobil Pajero Sport, yang disangkakan merupakan mobil dari hasil gratifikasi, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

“Sejak awal saya sudah bilang, kalau soal gratifikasi mobil itu yang seharusnya menguji adalah hakim perdata, bukan hakim Tipikor,’ kata Alyas Ismail, Jumat (16/12/2016).

Makanya menurut Alyas, selaku tim kuasa hukum melakukan gugata secara perdata untuk menguji keabsahan, soal jual beli mobil itu. Apakah mobil itu sah sebagai jual beli atau tidak, sebab kalau mobil itu sah sebagai jual beli berarti tidak ada pidana.

Alyas mengungkap bila ternyata dari hasil persidangan perdata itu, hakim memutuskan bahwa jual beli itu sah. Karena sejak awal pemilik sah mobil tersebut, bukan milik PT Bosowa Semen melainkan milik pribadi Ahmad Manda.

“Tidak ada catatan, tidak ada bukti dan saksi yang menyatakan, bila pemilik awal mobil itu. Adalah mobil milik Bosowa,” Cetusnya.

Berdasarkan bukti yang ada di STNK, Faktur dan BPKB. Menyebutkan bahwa pemilik awal mobil itu adalah Ahmad Manda, yang dijual kepada Andi Cita dan tidak pernah dialihkan ke pihak lain.

“Jadi tidak ada kaitannya dengan pihak PT Bosowa Semen atau siapapun juga,” tandasnya.

Makanya kata Alyas Ismail putusan Perdata itu juga dimasukkan dalam, memori banding di Pengadilan Tinggi Tipikor Makassar. Agar bisa dijadikan pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi, untuk memutus bebas kliennya.dalam kasus Tipikor, yang kini tengah bergulir di tahap banding. (*)