Banner-DPRD
Sulsel

Pengembangan Pariwisata Enrekang Dinilai Hanya Pemborosan APBD

omm

Aktivis Mahasiswa Enrekang, Hendrianto Jufri

LIPUTAN8.COM – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Enrekang sudah habiskan Rp 160 juta dari APBD, untuk Rancangan Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) tapi Tak kunjung ada hasil

Padahal, program pariwisata ini sudah tiga tahun digodok Dispopar Enrekang ternyata belum juga ada tindak lanjutnya sampai ke Badan Legislasi DPRD Enrekang untuk dibahas. Sementara Anggaran Pembahasan terus dialokasikan Dispopar Enrekang.

Bahkan untuk tahun 2017, RIPPDA tidak masuk dalam agenda pembahasan dalam Pansus DPRD Enrekang. Hal ini disampaikan oleh Aktivis Mahasiswa Enrekang, Hendrianto Jufri, Kamis (15/12/2016).

“Rancangannya saja belum lengkap di Dispopar Enrekang, bagaimana mau diajukan dan dibahas ke DPRD,” kata pria kerap disapa Anto ini.

Dirinya menegaskan sudah tiga tahun sejak Keberadaan SKPD tersebut tidak ada kontribusi nyata untuk kabupaten Enrekang yang amat kaya akan potensi pariwisata.

“Kita liat saja objek wisata Villa Maspul sampai saat ini status pengelolaannya tidak jelas, apakah dipihak ketigakan atau dikelola oleh dinas terkait. sementara hampir tiga tahun selalu ada anggaran yang dialokasikan dan nilainya miliaran” ujar Mantan Sekretaris Panglima GAM ini.

“Untuk semua anggaran itu, feedback untuk daerah apa?” ujar mahasiswa Hukum pascasarjana UMI ini.

Dia menambahkan, anggaran APBD untuk Dispopar hanya pemborosan saja, karena tidak ada kontribusi nyata dalam hal pengembangan Pariwisata tuk Enrekang. (iqbal/liputan8)

To Top