Banner-DPRD
Hukum Kriminal

Tembak Nelayan, LBH Makassar Desak Polda Tangkap Oknum Polhut Selayar

penembakan

Ilustrasi (int)

LIPUTAN8.COM — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, mendesak kepada pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, untuk segera mengusut tuntas. Kasus dugaan penembakan terhadap nelayan asal pulau Rajuni, Kabupaten Selayar, Husain Alyas Saddam (26) yang dilakukan oknum Polisi Kehutanan (POLHUT) pada tanggal 28 November 2016 lalu.

Akibat penembakan secara brutal tersebut, sehingga mengakibatkan punggung korban tertembus peluru hingga menembus bagian perut. Peristiwa tersebut bermula saat korban hendak pulang, usai mengambil ikan dari Bagang miliknya bersama temannya. Tiba-tiba saja perahu korban langsung dicegat oleh 7 orang POLHUT (Jagawana), dengan menggunakan senjata laras panjang.

Korban sempat melihat sebelum terkena tembakan, ada dua orang petugas mengokang senjata dan mengarahkannya kearah perahu korban. Yang hanya berjarak kurang lebih 10 meter dari patroli milik petugas tersebut. Tanpa korban sadar tiba-tiba petugas Jagawana tersebut melepaskan tembakan kearah korban sebanyak dua kali.

Korban pun langsung tumbang bersimbah darah, setelah dua kali ditembak oleh petugas Jagawana tersebut. Melihat korban yang telah bersimbah darah 7 petugas Jagawana tersebut, bukannya berupaya menolong tapi justru malah kabur meninggalkan korban dalam kondisi luka parah.

“Kami minta agar Polda Sulsel segera mengusut tuntas kasus penembakan ini. Ini jelas pelanggaran berat dan harus diproses secara hukum,” tegas Staf Advokat Publik LBH Makassar, Edi Kurniawan, Rabu (14/12/2016).

Edi juga meminta kepada pihak Polda Sulsel, untuk segera melakukan penangkapan terhadap oknum petugas Jagawana, yang diduga merupakan pelaku penembakan brutal terhadap Husain Alyas Saddam. “Karena sampai saat ini para pelaku, belum pernah ditangkap dan dimintai keterangannya dari pihak aparat Polres Selayar. Bahkan pelaku seakan terkesan ingin dilindungi dari perbuatannya,” cetusnya.

Makanya kata Edi, dirinya meminta agar sebaiknya pihak Polda Sulsel, yang menangani dan mengusut tuntas kasus ini. “Kami meminta kepada bapak Kapolda, agar segera menurunkan personilnya untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku penembakan. Yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran dan pernah dilakukan upaya penangkapan,” tandasnya.

Dia berharap agar pihak Polda Sulsel tidak tinggal diam dalam melihat kasus ini. Polda harus responsif dan profesional menuntaskan kasus ini ke ranah hukum.(ker)

To Top