DKP3 Latih Penggunaan Alat Ramah Lingkungan

LIPUTAN8.COM — Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKPPP) berikan pelatihan khusus kepada 500 nelayan setempat Kota Makassar di Hotel Singgasana, Selasa (29/11/2016).

Pelatihan yang diikuti tidak kurang 500 masyarakat pulau yang berprofesi sebagai nelayan dan masyarakat pesisir tersebut dimaksudkan untuk peningkatan kapasitas nelayan agar melakukan penangkapan dengan menggunakan alat ramah lingkungan seperti jaring, pancing dan sebagainya dan tidak menggunakan alat yang merusak lingkungan dan ekosistem sumber daya laut seperti melakukan pemboman dan pembiusan ikan.

“Kita lakukan temu teknis penggunaan alat ramah lingkungan. Pesertanya itu kita datangkan dari pulau dan kelurahan pesisir. Ini adalah peningkatan kapasitas nelayan bahwa kalau kita menggunakan alat ramah lingkungan itu bukan hanya kepentingan pemerintah tetapi kepentingan nelayan sendiri agar mereka memiliki laut yang lestari. Jangan sampai menggunakan bom dan bius karena merusak sumber daya alam laut kita sehingga anak cucunya nanti tidak memiliki lapangan kerja dan kita tinggal di darat bisa defisit ikan kalau misalnya terus melakukan pemboman dan pembiusan,” Jelas Kepala DKPPP Kota Makassar, Abd. Rahman Bando usai membuka kegiatan temu teknis penggunaan alat tangkap ramah lingkungan di Hotel Singgasana, Selasa (29/11/2016).

IMG-20161129-WA0012

Bukanya hanya penggunaan alat ramah lingkungan tetapi nelayan juga pemahaman bagaimana menangkap ikan dengan cara kombinasi dimana nelayan menangkap ikan sambil melakukan budidaya ikan itu sendiri. Salah satu cara pembudidayaan yakni dengan tidak menangkap yang belum layak. ” Kita mengkombinasikan yakni menangkap dan membudidayakan. Kalau dia dapatkan ikan yang kecil maka silakan budidayakan dulu di keramba-keramba nanti pada ukuran memungkinkan baru diambil,” lanjutnya.

Soal keselamatan para nelayan, Adik kandung Bupati Enrekang itu menghimbau agar para nelayan memperhatikan fenomena alam atau cuaca apalagi saat ini memasuki musim hujan. ” Kita tetap menghimbau dimana fenomena cuaca saat ini memasuki musim penghujan agar lebih berhati-hati.betul2 memperhatikan waktu dan cuaca serta perkiraan cuaca setiap saat agar bisa memiliki waktu yang tepat,” Tuturnya.

Sekedar diketahui bahwa para nelayan juga telah mendapat jaminan asuransi.
“Pemerintah mulai dari pusat memberikan jaminan asuransi nelayan. Itu diserahkan secara simbolis kemarin di Untia,” Tuturnya. (*)