Banner-DPRD
Opini

OPINI: Mereka dan Perjuangannya…!

OPINI

Wanda Aprilisa ( Siswa SMA Negeri 1 Maros, Sulsel)

LIPUTAN8.COM – Membicarakan tentang hari pahlawan, pikiran kita pasti tertuju pada tanggal 10 November, hari bersejarah di tanah air ini. Hari dimana para pejuang bertempur dengan gagah berani melawan para penjajah, walaupun hanya menggunakan senjata yang seadanya. Tapi itu tidak menutupi semangat para pahlawan, mereka ingin membuktikan bahwa mereka bisa membela negara Indonesia dan rakyat Indonesia tidak bisa ditindas terus-terusan, ada saatnya kami jengah dan ingin melawan.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan latar belakang penetapan hari Pahlawan. Pertempuran ini sangat dahsyat, karena memerlukan perjuangan yang luar biasa. Para pejuang mengorbankan segalanya demi bangsa Indonesia. Tidak peduli apapun, mereka hanya memprioritaskan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Darah berceceran dimana-mana, luka di sekujur tubuh, fisik yang sangat mengenaskan, air mata dari keluarga, itulah semua yang dikorbankan oleh para pejuang. Mereka tetap maju dengan berani seraya mengangkat senjata, seakan-akan menyampaikan pesan tersirat bahwa inilah kami, bangsa Indonesia, yang tidak akan pernah mundur begitu saja.

Walaupun satu per satu dari mereka mulai gugur, tetapi perjuangan mereka tidak akan pernah gugur. Keberanian seperti itulah yang harus ditanamkan para generasi bangsa Indonesia, di tengah-tengah derasnya arus globalisasi yang bisa saja menghanyutkan putra-putri Indonesia.

Di kehidupan modern sekarang ini, momentum perjuangan-perjuangan pahlawan dahulu kala mulai tertelan oleh teknologi secara perlahan-lahan. Mungkin hanya satu atau dua orang teman yang mengingatkan bahwa ini adalah hari Pahlawan. Setelah berkata seperti itu, kami yang mendengar hanya berkata, “Oh iya,” kemudian kembali melakukan aktivitas seperti biasa, tenggelam dalam canggihnya teknologi.

Nilai upacara peringatan hari Pahlawan juga mulai luntur. Upacara hari Pahlawan hanya bersifat ceremonial belaka, tidak mengandung makna sama sekali. Para remaja mungkin lebih memilih bermain gadget daripada berbaris di bawah teriknya matahari. Melupakan fakta bahwa ini merupakan hari bersejarah bangsa Indonesia. Padahal, jika kita mengikuti upacara dengan sungguh-sungguh, kita bisa menggali sendiri apa makna upacara hari Pahlawan sebenarnya.

Oleh karena itu, mulailah menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam diri kita masing-masing, khusunya bagi para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia, kalian masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Sehingga tidak adanya lagi penjajahan dan pertarungan di Indonesia yang menyebabkan adanya pertumpahan darah lagi.

Entah itu upacara ataupun kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan hari pahlawan. Mungkin hanya satu atau dua orang teman yang mengingatkan bahwa ini adalah hari Pahlawan. Setelah berkata seperti itu, kami yang mendengar hanya berkata, “Oh iya,” kemudian kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Mengabaikan fakta bahwa ini merupakan hari bersejarah negara Indonesia

Kembali membicarakan upacara. Para pejuang yang mungkin melihat remaja upacara hanya bisa tersenyum, menyembunyikan pilu di hati mereka.

Menurut beberapa orang, upacara peringatan hari Pahlawan hanya bersifat upacara belaka, sama sekali tidak ada makna dalam upacara itu.

Memperingat perjuangan para pejuang dalam mempertahankan NKRI yang berusaha dirampas kembali kemerdekaannya oleh penjajah

Cobalah memutar balik ingatan kita seperti halnya film, mengingat kejadian demi kejadian yang dialami Indonesia pada masa awal perjuangan, bisa melalui tayangan penjajahan di Indonesia ataupun melalui goresan-goresan sejarah. Renungkan sejenak, apakah Anda bisa seperti mereka? Apakah Anda memiliki keberanian seperti mereka? Mereka bahkan menyampingkan keluarga mereka demi melindungi Indonesia. Sementara kita?

Oleh: Wanda Aprilisa ( Siswa SMA Negeri 1 Maros)

To Top