Jaksa Temukan Kongkalikong Pejabat Pasar Pa’baeng-baeng Makassar Soal Jual Beli Lods

Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman

LIPUTAN8.COM – Penyelidik bidang Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar merampungkan berkas penyelidikan kasus dugaan penjualan Fasilitas Umum (Fasum) lods pasar Pa’baeng-baeng.
Progres penyelidikan kasus tersebut dinyatakan telah rampung 90 persen.

Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman, mengatakan bila kasus itu akan segera diserahkan ke bidang Pidana Khusus (Pidsus) untuk penyelidikan lanjutannya.

“Masih ada beberapa saksi lagi yang akan kita panggil untuk dimintai keterangannya,” ujar Deddy Suwardy Surachman, Minggu (13/11/2016).

Selain keterangan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangannya, Deddy menuturkan bila pihaknya juga telah mengantongi sejumlah bukti yang berhubungan dengan perkara tersebut.

Hanya saja Deddy enggan menyebutkan alat bukti apa saja yang telah dikantongi oleh pihaknya. Dia mengaku bila pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti tambahan lainnya.

Terpisah Kepala Seksi Intelejen Kejari Makassar, Alham mengaku bila kasus tersebut masih berproses dan sudah hampir rampung penyelidikannya.

“Masih ada beberapa saksi lagi yang masih akan kita mintai keterangannya,” tukas Alham.
Bila data dan bahan keterangan telah dianggap cukup, kata Alham maka pihaknya akan segera melakukan pemberkasan.

Untuk selanjutnya akan dilakukan ekspose terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Dia menargetkan bila tak ada halangan, kemungkinan pekan depan berkas penyelidikan kasus tersebut dirampungkan. “Kita upayakan berkas penyelidikannya bisa rampung pekan depan,” cetusnya.

Diusutnya kasus ini lantaran ditemukan adanya dugaan penjualan lods diatas lahan parkir yang merupakan Fasilitas Umum (Fasum). Lods tersebut diduga dijual oleh oknum pengelola pasar, berkisar antara Rp25 juta untuk lods bagian belakang dan Rp40 juta untuk lods bagian depan.

Kepada sejumlah pedagang, yang mengaku telah membeli lods tersebut dari pihak pengelola pasar dengan harga yang bervariasi. (liputan8)