ASTAGA !!! Orang Ini Mengaku Nabi

LIPUTAN8.COM – Malang benar nasib Saharuddin (53),  warga Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan ini ,  terpaksa harus diamankan oleh aparat kepolisian lantaran mengaku bahwa dirinya adalah Nabi.

Ia mengaku kenabiannya dimulai sejak dirinya pulang merantau dari Malaysia. Saharuddin bahkan tidak mengakui kedua orang tuanya yang masih hidup.

“Saya ini tidak dilahirkan, saya turun dari langit. Saya diangkat menjadi nabi sejak tahun 1996, seingat saya bulan sepuluh, dan hari itu hari Jumat,” kata Saharuddin dalam bahasa Bugis.

Sementara,adik ipar Saharuddin, Arsyad, membenarkan kalau kakak iparnya tersebut mengaku sebagai nabi, dan kenabiannya itu ia akui sejak sang kakak ipar setelah pulang merantau dari Malaysia. Arsyad mengungkapkan bahwa sejak saat itu Saharuddin seperti hilang ingatan.

“Sejak pulang dari rantau perilakunya menjadi aneh, dia seperti orang hilang ingatan dan mengakui dirinya adalah nabi yang diutus dari langit. Ia memang merantau cukup lama kurang lebih 21 tahun di Malaysia,” terangnya.

Kelakuan Saharuddin ini awalnya tak dihiraukan oleh warga setempat, namun belakangan Saharuddin semakin menjadi-jadi sehingga warga terpaksa melaporkan Saharuddin ke Polsek Marang. Polisipun akhirnya menjemput Saharuddin, Kamis (10/11/2016).

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan tentang kejadian ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait pria paruh baya yang mengaku sebagai nabi utusan dari langit ini.

“Benar semalam diamankan oleh Polsek setempat berdasarkan laporan masyarakat. Kita akan selidiki lebih dalam dulu, apakah ada warga yang dirugikan atas pengakuan Saharuddin sebagai Nabi utusan dari langit ini. Selain itu pihak keluarga dari Saharuddin juga akan kita periksa,” terang Frans, Jumat (11/11/2016).

Frans mengungkapkan sejauh ini, Saharuddin belum diperiksa kejiwaannnya,”Kita tunggu dulu keterangan dari pihak keluarga apakah sebelumnya memang mengalami gangguan kejiwaan, selain itu jika keluarga berani menjamin agar Saharuddin tidak mengganggu ketentraman warga dengan mengakui dirinya sebagai Nabi, dia akan kita kembalikan ke keluarganya,” tandas Perwira Menengah berpangkat Tiga Bunga Melati ini. (Bur)