Citizen Report: UMI Gelar Seminar Narkoba Dihadiri Ribuan Pelajar

Universitas Islam Makassar kerja sama Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, dan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulsel menggelar Seminar Nasional Permasalahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba yang bertema "Narkoba Dikenali Untuk Dijauhi" Senin (7/11) di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar.

LIPUTAN8.COM – Universitas Islam Makassar (UMI) kerjasama Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, dan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulsel menggelar Seminar Nasional Permasalahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba yang bertema “Narkoba Dikenali Untuk Dijauhi” di Auditorium KH Muhyiddin Zain UMI, Senin (7/11/2016).

Rektor Universitas Islam Makassar, Majdah Agus Arifin Nu’mang dalam sambutannya dihadapan ribuan pelajar Makassar, Gowa, dan Maros apresiasi atas kehadiran dan antusias untuk menghadiri seminar nasional tentang permasalahan dan penangulangan bahaya Narkoba.

“Untuk menghancurkan satu bangsa, tentunya tidak lagi dibutuhkan persenjataan yang canggih, tetapi saat ini hanya butuh menghancurkan generasi mudanya, Nah saat ini Indonesia menjadi target utama jaringan Internasional peredaran Narkoba, bahkan saat ini menurut data BNN 40-50 orang meninggal tiap hari dikarenakan penyalahgunaan Narkoba.”

Apa tak lagi pada tahun 2020 Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi, dimana pada tahun itu jumlah rakyat Indonesia mayoritas berumur produktif yakni 15-64 tahun, sehingga ini harus kita lawan. Tambahnya.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang yang diwakili oleh Staf Ahli Pemprov Sulawesi Selatan Andi Hasdullah mengatakan “Pemprov Sulsel sangat mendukung atas terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional yang diselenggaran oleh Universitas Islam Makassar, tentunya ini menjadi upaya atas bahaya laten Narkoba.” Ujarnya.

Peredaran Narkoba tentunya menjadikan generasi muda sebagai sasaran empuk, bahkan data saat ini ada 40% generasi muda telah positif memakai Narkoba dari jumlah pecandu Narkoba di Indonesia, tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melawan ancaman ini, tentunya kegiatan ini membantu Pemerintah dalam hal menanggulangi peredaran Narkoba. Tambahnya.

Pendiri Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, dr. Aisyah Dahlan Hussein sebagai pembawa materi seminar mengungkapkan tentang bahaya laten Narkoba, namun terlebih dahulu menjelaskan tentang kondisi psikologi anak laki-laki dan perempuan. Dimana untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba, orang tua harus memahami kondisi anak secara komprehensif.

“Sehingga dibutuhkan upaya pencegahan terlebih dahulu, namun ketika semua orang mampu memahami kondisi psikologinya, Insya Allah tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan.”

Penyalahgunaan Narkoba tidak lagi melihat umur, sehingga bahaya Narkoba harus menjadi musuh seluruh komponen.

Selain itu, ribuan pelajar disuguhkan teatrikal penggunaan Narkoba serta akibatnya dari mantan pengguna Narkoba yang berhimpun Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, teatrikal ini bertujuan untuk memberikan pelajaran bagi seluruh pelajar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros bagaimana akibat dari bahaya Narkoba. Tambahnya.

Tampak hadir utusan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, utusan Pangdam VII Wirabuana, utusan Kepala BNN Sulsel, pengurus Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (YKP2N), Ketua Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Selatan Edi Sutarto, Para Wakil Rektor UIM, Para Dekan/Direktur UIM, ratusan mahasiswa UIM, dan ribuan pelajar yang berasal dari Makassar, Gowa, dan Maros.

Penulis: Andy Muhammad Idris (Makassar)