Kejati Sulsel Didesak Seret 5 Rekanan Sambung Pucuk

Ilustrasi

LIPUTAN8.COM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel diminta agar segera menyeret lima rekanan yang diduga memiliki keterlibatan dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit kakao ‘Sambung Pucuk’ pada Dinas Perkebunan Propinsi Sulsel.

Dalam kasus ini penyidik baru menetapkan satu orang tersangka yaitu, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Saksi Manopo.

Hingga saat ini belum ada upaya dari pihak penyidik Kejati Sulsel untuk mau menyeret lima rekanan yang jelas-jelas memiliki peran dan keterlibatan dalam proyek yang mengakibatkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.

Wakil Direktur Anti Coruption Committe (ACC) Sulawesi, Kadir Wokanobun, mengatakan Kejati Sulsel dalam menangani kasus ini dinilai belum bekerja secara maksimal. Kejati kata dia, masih terkesan tebang pilih dalam menangani kasus ini. Sebab masih ada pihak-pihak yang seharusnya terseret justru tidak pernah disentuh sama sekali.

“Harusnya rekanan juga dimintai pertanggungjawabannya secara hukum, bukannya malah hanya dijadikan saksi saja,” tukas Kadir, Rabu (5/10/2016).

Menurutnya, sangat tidak logis bila dalam kasus korupsi seperti ini yang nilai kerugiannya hingga miliaran rupiah, penyidik hanya menyeret satu orang tersangka saja.

“Apalagi indikasinya adalah markup harga, jadi sangat aneh kalau rekanan sebagai penyedia bibit tidak dijadikan tersangka juga,” cetusnya.

Kadir menambahkan, melihat penanganan kasus ini, Kejati terkesan tebang pilih karena hanya mampu menyerat aktor kecilnya saja, sementara aktor besarnya tidak pernah dijerat secara pidana. Apalagi baru-baru ini dua rekanan dalam kasus ini telah mengembalikan uang kerugian negara.

Ironisnya rekanan tersebut belum pernah ditetapkan sebagai tersangka.
Begitupula dengan uang pengembalian kerugian negara, darimana rekanan bisa mengetahui jumlahnya, kerugian negara yang harus dikembalikan.
“Bagaimana caranya rekanan tahu, kalau itu uang kerugian negara dan jumlah yang dikembalikan ke penyidik?,” tandasnya. (liputan8)