OPINI: Berawal Dari Takwa Kita Bangkit Dengan Takbir, Itulah Pemuda

Hari ini pemuda semakin mengkerutkan kecemasan yang mendalam, kekuatan batin dan religius hilang entah ditelan siapa, gerak dalam gotong royong, surut demi waktu semakin hilang dan tak dikenal, dan sahilah jika aku bertanya kemana pemuda yang akan meluruskan kebenaran tauhid ini?

Sungguh fleksibel Agama yang diturunkan  kepada Muhammad dan itulah menjadi alasan mengapa Michael H. Hart membuang-buang waktunya hanya memikirkan orang-orang yang berpengaruh penuh bagi peradaban manusia di jagad raya, dan realitasnya sangat benar dunia harus melihatnya bahwa Muhammad lah manusia yang sangat perpengaruh di dunia.

Pekan lalu di SMAN 1 Maros tepatnya di jum’at siang ada segorombolang pemuda yang bertekad dalam takwa berkumpul mendiskusikan hilangnya pemuda islam hari ini, satu yang kami angkat seorang pemuda yang ulet menjadi pembicara dan itulah mengapa lembaga dakwah SMAN 1 Maros membicarakan tentang ada yang bergesar dari tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam UUD Alinea IV. Kemudian disela kebahagiaan ada semangat takbir dan perang melawan kemunafikan zaman sempat diagungkan, berseru dalam satu teriakan Allahu Akbar.

Beberapa yang kami petik sebagai sarana dakwah bahwa agama dan bangsa ini betul-betul ada ditangan pemuda. Hari ini muncul berbagai permasalahan yang kian lama akan merusak moralitas pemuda-pemudi indonesia,kekalahan pemuda kita dalam bersaing dengan pengaruh kultularisme budaya asing sangat nyata dan tak bisa disembunyikan lagi, adanya sesuatu yang bergesar dalam pendidikan kita, dan tak adanya kerjasama yang nyata dari pihak orang tua, sehingga kekalahan kita semakin telak, dan sekali lagi saya setuju dengan kalimat essay wawan mattaliu “Ada kesantunan anak yang menguap. Ada kegeramanan orang tua yang kadang berlebih. Dan ujungnya adalah pertikaian.”

Sekali lagi kami membacanya. Pemuda hari ini cendrung merajuk pada kemalasan dan makin percaya pada iklan dan uttaran. Budaya yang tak sesuai dengan harkat kemanusiaan mala disesuaikan dengan budaya yang ada pada kultur barat. Pendidikan transmisi yang di canangkan oleh pemerintah masih kalah dengan nilai transformasi yang ada, kekuatan kultur dan agama masih kurang dan di anggap seseuatu yang tak penting untuk sementara waktu, pemerintahpun tak tinggal diam, saling membahu meneteskan keringat mengupayakan generasi tetap berjalan dengan hati, bergerak dengan usaha yang harus pasti menjadi alasan bahwa tempat kita menaruh harapan penggerak bangsa ini menjalankan abdi dengan penuh dedikasi

Kami membaca pemuda hari ini, pemuda yang beraksi sebagai bandar narkoba dan sekali-kali  jadi pemakai, pemuda yang tak mengingat betapa susah sosok ayah menjadi tulang punggung keluarga berjuang mencari nafkah, semantara pemuda itu hilang dari sekolah dan memilih bolos sebagai alasan yang tak sesuai dengan hakikat pemuda indonesia, pemuda yang punya hobi sebagai pemabuk, penuh tempramen, dan memilih tauwaran untuk mengakhiri masalah. Sungguh sekali lagi ada yang bergerser dari pemuda islam hari ini.

Bukan kah bugis dan makassar yang penuh dengan kultur budaya mengajarkan kita untuk saling menyanyangi dan saling melengkapi, budaya sipakainge,sipakalebbi,dan sipakatau menjadi kunci bahwa tanah ini memang penuh cinta kasih.

Pemuda harus bangkit! Berawal dengan sesuatu yang baik kita bangkit dengan pasti. Dan sejarah islam mencatat pemuda sebagai garda terdepan dalam perjuangan dakwa Rasulullah Saw membumikan islam di jagad raya. Usamah bin Zaid usiahnya 18 tahun. Gagah berani memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu. Sa’d bin Abi Waqqash berusia 17 tahun, beliau yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro. Kemudian  Muhammad Al Fatih 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa, sehingga jiwa pemudaya lah yang mebakar semangat untuk melanjutkanperang. Beliaulah yang percaya pada kebenaran islam dan memilih jihad.

Pemuda Harus Bangkit! Kita bergerak,berdakwah dan beramal. Berawal dari takwa kita bangkit dengan Takbir, Allahuakbar!

Penulis: Ahmad Takbir Abadi (Wakil ketua MPK SMAN 1 Maros)