Panitera Ditembak, Kapolres Jeneponto: Itu Peluru Rekoset

Kapolres Jeneponto Joko Sumarno. Syr/liputan8

LIPUTAN8.COM – Pasca Insiden tertembaknya Panitra Pengadilan Negeri Jeneponto Andi Burhan yang dilakukan oleh Kasat Narkoba Polres Jeneponto AKP Arivalianti Bemruli. Kapolres Jeneponto langsung melakukan jumpa Pers dengan awak media cetak, Online dan elektronik di ruanganya, Jumat (26/08/2016) dinihari.

“Awalnya lelaki Jufir (Dg Lallo red) kebetulan juga masyarakat Jeneponto lama dan lelaki Andi Burhan yang kebetulan pengawai pengadilan negeri itu ada salah paham sehingga ada pertengkaran mulut. Jadi ada temanya membantu sehingga terjadi sedikit perselisihan yang mengakibatkan keributan keributan,”kata Joko.

Akibat dari keributan itu kejadian semakin melebar. “Nah, dari keributan tersebut kebetulan saat itu ada Kasat Narkoba (AKP Arvialianto Bermuli red) karena ada anggotanya sementara lidik disitu (Cafe Resky re). Karena ribut ribut sehingga diperintahkan untuk bubar,”Katanya.

Lanjut, kata Joko, bahwa Kasat Narkoba ingin berupaya membubarkan keributan nampak tidak di indahkan sehingga dilakukan upaya tembakan peringatan. “Karena informasinya ada yang menggunakan Balok Kayu, sajam. Sehingga dia mengeluarkan tembakan, tiba tiba dari tembakan tersebut rekoset (memantul) sehingga terkena peluru,”jelasnya.

Bahkan, lanjut Joko, andai insiden penembakan terhadap korban disengaja, maka peluru akan menembus paha Korban, jadi kasus ini dianggap adalah unsur tidak sengaja. “Andai disengaja ditembak, pasti pahanya korban tembus, jadi karena situasi darurat maka kasat lakukan tembakan peringatan,”ujar Joko

Terkait, apakah benar Kasat Narkoba Mabuk berdasarkan pengakuan Korban,? “Kita belum kesitu dan akan mendalaminya lebih lanjut seperti apa kebenaranya. karena setau saya untuk melidik narkoba biasanya dimana sasaran disitu dilidik Jadi kasus ini kita akan lidik lebih lanjut,”Jelasnya.

Sedangkan upaya yang dilakukan sementara kata Joko yakni masih melakukan penyelidikan. “Tindakan kita tersebut akan mengusut awal kejadianya bagaiamana, tentunya semua yang terlibat akan kita periksa. Tapi kita tentu akan lidik, apakah dia (Kasat Narkoba red) sedang melaksanakan tugas, atau tidak melaksanakan tugas,”tandas Joko Sumarno. (acax/syf/liputan8)