LKBHMI Cabang Makassar: Keterlibatan Oknum Polisi dalam Peredaran Narkoba Mengikis Kepercayaan Publik

Ilustrasi

LIPUTAN8.COM — Kepolisian Resor (Polres) Pare-pare belakangan ini menuai pujian dikalangan masyarakat atas keberhasilannya dalam menggagalkan perederan narkoba yang dipasok melalui Pelabuhan Nusantara Kota Pare-Pare. Namun adanya keterlibatan salah satu oknum Polisi yang terlibat dalam peredaran barang haram ini juga menjadi buah bibir dimasyarakat.

Direktur Lembaga Konsultasi Dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam Cabang Makassar (LKBHMI ), Muhammad Habibi Masdin mengatakan maraknya penangkapan pelaku narkoba di Pelabuhan Pare-Pare tentunya kita apresiasi dan patut diacungkan jempol. Namun adanya kabar terkait adanya oknum Abdi Negara yang juga ikut dalam peredaran narkoba sangat memprihatinkan dan bisa mencoreng citra dan nama baik Institusi Kepolisian.

Seperti penangkapan sabu sebanyak 5 kg dengan mengamankan 3 orang sindikat peredaran narkoba terkuak kalau pemesan sabu tersebut adalah oknum polisi yang juga bertugas di Polres Pare-Pare.

“Ini sangat memprihatinkan, pasalnya Abdi Negara yang seharusnya menjadi penegak hukum justru menjadi bagian dalam peredaran barang haram ini, ” kata Habibi Masdin kepada liputan8.Com, Sabtu (27/8/2016).

Habibi menambahkan, dengan adanya keterlibatan oknum polisi dalam bisnis haram ini bisa mengikis kepercayaan publik terhadap penegak hukum di Indonesia karena telah membawa nama besar Institusi Kepolisian.

“Kita minta kepada Kapolda Sulsel untuk mengambil langkah strategis untuk menindak oknum tegas tersebut dan sesegara mungkin melakukan konsolidasi secara internal guna mencari solusi terkait adanya oknum yang terlibat dalam perdagangan narkoba,”terang Habibi Masdin.

Sementara, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pare-Pare AKBP Pria Budi mengatakan, saat ini pihaknya maraton memburu oknum polisi yang menjadi pemesan sabu sebanyak 5 kg. Menurutnya tim khusus telah dibentuk untuk memburu dan mencari tahu keberadaan Brigpol (HD) yang juga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sudah ada tim yang kita bentuk untuk memburu oknum tersebut, dan datanya telah kita sebar luaskan,” kata Mantan Koorspripim Polda Sulsel.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Pare-Pare berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 5 Kg di Pelabuhan Nusantara Kota Pare-Pare, Kamis 18 Agustus 2016 lalu

Dalam operasi tersebut, pihak Kepolisian menangkap CR alias AL yang ketahuan menyimpan sabu sebanyak lima paket dalam bungkusan besar. Dari hasil keterangan CR alias AL, adalah seorang kurir yang disuruh oleh Brigpol HD alias YT dari atas Kapal KM Lambelu.

Informasi yang dihimpun, CR alias AL diminta untuk datang ke Parepare, untuk kemudian dijemput oleh seorang perempuan berinisial WH alias IA di Lembah Harapan, Kecamatan Soreang, Parepare, dan diantar ke hotel Siswa Jalan Sultan Hasanuddin, untuk bertemu dengan Brigpol HD alias YT.

Setelah itu mereka bertiga bersama-sama ke Pelabuhan Nusantara untuk mengambil barang tersebut, namun ditemukan oleh petugas Polsek KPN yang sedang melaksanakan operasi pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan seorang YN alias JN yang kemudian diketahui adalah orang yang juga ditawari oleh Brigpol HD untuk menjadi kurir sabu dengan upah Rp1 juta.

Untuk diketahui, Brigpol HD adalah Abdi Negara yang bertugas di bagian Identifikasi Polres Pare-Pare. Saat ini Oknum Polisi ini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (Bur/liputan8)