Walikota Danny Pomanto Diberi Gelar Kehormatan Ki Sunda

Walikota Makassar Danny Pomanto dianugerahi gelar kehormatan Ki Sunda oleh sesepuh Kerukunan Warga Sunda (KWS) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Irjen (Inspektur Jenderal) Pol (Polisi) Dr Anton Charliyan, di Auditorium Paramartha, Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Polda (Polisi Daerah) Sulsel (Sulawesi Selatan), Minggu, (14/08/2016).

LIPUTAN8.COM – Walikota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dianugerahi gelar kehormatan Ki Sunda oleh sesepuh Kerukunan Wargi Sunda (KWS) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Irjen (Inspektur Jenderal) Pol (Polisi) Dr Anton Charliyan, di Auditorium Paramartha, Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Polda (Polisi Daerah) Sulsel (Sulawesi Selatan), Minggu, (14/08/2016).

Ki Sunda merupakan gelar kehormatan tertinggi bagi orang Sunda yang bermakna orang yang dihormati, dituakan, dan ditokohkan.

Secara historis, jati diri Ki Sunda berakar dan tercermin dari dalam budaya kekuasaan, kepemimpinan, hidup pribadi, dan bermasyarakat di tatar Sunda.

Mereka yang mendapat gelar Ki Sunda adalah sosok yang disenangi oleh rakyat, menjadi panutan, dan meninggalkan nama yang wangi (citra yang baik) sehingga muncul gelar Siliwangi bagi raja-raja Sunda.

Berbarengan dengan anugerah gelar kehormatan itu, Wali Kota Danny Pomanto juga mendapatkan pusaka Kujang yang merupakan senjata tradisional khas Sunda.

Kujang pusaka ini berbentuk Kujang Ciung modelnya menyerupai burung Ciung, dan hanya boleh digunakan oleh raja, pejabat, dan tokoh masyarakat.

Penerima gelar kehormatan juga mendapatkan sertifikat penghargaan yang ditandatangani oleh kepala kampung Naga, sebuah perkampungan adat di Jawa Barat.

Penganugerahan gelar Ki Sunda juga ditandai dengan pemasangan pakaian Pangsi, pakaian khas adat Sunda, dan iket kepala Sunda yang mengandung makna filosofi Makutawangsa yang berarti pemakai iket kepala Sunda harus menjalankan Hukum Pancadarma yaitu, menyadari asal usul diri, tunduk kepada aturan hukum, berilmu, mengagungkan sang pencipta Tuhan YME, serta berbakti kepada bangsa dan negara.

Walikota Danny Pomanto menyampaikan anugerah gelar kehormatan Ki Sunda menandakan silaturahmi dan persaudaraan warga Makassar yang berasal dari Sunda terbangun dengan baik.

Mereka dapat hidup berdampingan, rukun, dan damai bersama warga Makassar lainnya dengan latar suku yang berbeda. Bahkan tak jarang memiliki pasangan hidup dari empat etnis besar di Sulawesi Selatan.

“Keberadaan saudara-saudara kita yang berasal dari Sunda menjadi bagian dari perkembangan kota. Mereka turut mewarnai berputarnya roda perekonomian Makassar,” ujar Danny Pomanto.

Sementara itu, sesepuh KWS Sulsel yang juga Kapolda Sulsel, Irjen Pol Dr Anton Charliyan mengingatkan anggota KWS Sulsel peribahasa di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. “Baju kita boleh Sunda, tetapi kita harus menjunjung tinggi budaya Bugis Makassar tempat kita berpijak,” tegasnya.

Pertunjukan seni Tari Jaipong, Topeng Jetek, Tarung Drajat, dan Debus mewarnai penganugerahan gelar kehormatan Ki Sunda yang dihelat dalam Halal Bi Halal KWS Sulselbar.

Bersama Walikota Danny Pomanto turut mendapatkan penghargaan di antaranya Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang, Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo, dan Direktur Harian Fajar Faisal Syam. (liputan8/rls)