Kejati Sulsel Teliti Berkas Kasus Korupsi DID Luwu Utara

Ilustrasi

LIPUTAN8.COM – Berkas kasus dugaan korupsi Dana Intesif Daerah (DID) Kementerian Pendidikan, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) dengan anggaran Rp13 miliar, yang menyeret kembali dua orang mantan terpidana. Diserahkan ke tim jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Penyerahan berkas kasus tersebut, telah diterima oleh jaksa peneliti dari penyidik penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel. Penyerahan berkas kasus ini nantinya akan dipelajari serta diteliti oleh tim jaksa, guna mengetahui apakah berkas kasus tersebut telah layak sebelum dinyatakan lengkap, atau masih ada yang mesti dilengkapi oleh tim penyidik.

Kepala seksi penuntutan bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, Sandi Rozali Nur Subhan, membenarkan bila pihak jaksa peneliti, telah menerima pelimpahan tahap pertama berkas kasus tersebut.

“Berkasnya sudah kita terima dari beberapa hari lalu,” ujar Sandi, Kamis (4/8/2016). Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan dua orang tersangka yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, Andi Sariming dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H Agung. Andi Sariming.

Jaksa kata Sandi, masih tengah tengah memeriksa dan meneliti secara seksama berkas yang telah diterima dari penyidik Polda Sulsel. Dia mangatakan pihaknya masih meneliti apakah berkas yang diserahkan itu, telah memenuhi syarat baik secara formil maupun materil.

Sebab menurutnya, kedua syarat ini harus terpenuhi bila, ingin berkas perkara itu bisa dinyatakan lengkap (P-21). Selain itu juga bila berkasnya nanti belum memenuhi, “tentunya kami akan beri petunjuk ke penyidiknya, untuk dilengkapi,” tandasnya.

Kalau berkasnya masih ada kekurangan kata Sandi, tentu berkasnya akan kita serahkan kembali ke penyidik untuk dilengkapi, sesuai petunjuk dari jaksa peneliti.

Seperti yang diketahui, kedua orang yang dijadikan tersangka dalam kasus ini, adalah merupakan mantan terpidana pada kasus korupsi lain. Namun keduanya harus kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, karena keduanya diduga kuat ada keterlibatannya.

Bergulirnya kasus ini di Polda Sulsel Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, juga dilapor di Reskrimsus Polda Sulsel dalam kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2011 senilai Rp13 miliar.

Modus yang dilakukan Indah yakni dengan melakukan dugaan pemalsuan dokumen rincian DID 2011 yang harusnya ditandatangani Bupati Lutra periode 2010-2015 Arifin Junaidi. Namun selalu Wakil Bupati Lutra, Indah saat itu mengubah lampirannya.

Indah memalsukan dokumen tersebut ketika Arifin Junaidi sedang cuti mengikuti kursus di Harvard University selama 2 bulan. Kasus itu diusut setelah mengeluarkan surat perintah penyidikan nomor SP.sidik/12/III/2016 tanggal 3 Maret 2016. (acax/liputan8)