2 DPO Polda Metro Diringkus di Sulsel, Kasus Penggandaan ATM

ilustrasi

LIPUTAN8.COM — Pasca terbongkarnya kasus Penggandaan Autometed Teller Machine (ATM) di wilayah Jakarta Pusat, dua pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya tertangkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros, Kamis (4/8/2016) malam.

Kedua Pelaku yang mencoba kabur dengan menggunakan pesawat Garuda Airline nomor penerbangan GA-612 akhirnya digelandang ke Markas Polda Sulsel.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan terkait adanya penangkapan dua tersangka kasus penggandaan atau pemalsuan ATM. Sekitar pukul 21.05 Wita malam tadi, Muslimin dan Akbar, diringkus di Area Conecting Door Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Jadi menurut pengakuan tersangka, mereka ini beroperasi dengan memalsukan atau menggandakan kartu ATM milik nasabah bank di wilayah Jakarta Pusat,” kata Frans saat menghadiri Sertijab Pejabat Utama Polda Sulsel, di SPN Batua, Jumat (5/8/2016) pagi tadi.

Informasi yang dihimpun, kronologis penangkapan kedua pelaku, lanjut Frans, personel Polda Sulsel dan Polsek Kawasan Bandara berkoordinasi dengan petugas Avsec Bandara dan Petugas BKO TNI AU, bahwa akan melakukan penangkapan terhadap 2 DPO tersangka Kasus Penggandaan ATM.

Selanjutnya, dibantu Avsec dan BKO TNI AU, personel kepolisian menuju Ke Area Conecting Door untuk menunggu kedatangan dua DPO tersebut.

Pukul 20.48 Wita, pesawat Garuda dengan nopen GA-612 yang ditumpangi kedua DPO, mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan menuju Apron parkir nomor 11. Saat tiba di area Conecting Door, tanpa basa-basi keduanya pun berhasil diringkus oleh aparat.

“Kedua tersangka sudah ada di markas (Polda Sulsel), sementara ini Muslimin dan Akbar sementara dimintai keterangan oleh tim penyidik,” pungkas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera. (Bur/liputan8)