Katanya Korupsi Bansos Sulsel Di “86” kan, Ini Kata Kepala Kejati Hidayatullah

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Hidayatullah

LIPUTAN8.COM – Kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di tubuh Pemprov Sulsel jalan ditempat. Bahkan, diduga kasus ini sudah di “86” kan atau dihentikan dengan adanya intervensi. Namun, secara tegas dibantah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Hidayatullah.

Dia mengatakan bahwa hingga saat ini kasus korupsi Bansos Pemprov Sulsel tahun 2008 sebesar Rp8,9 miliar masih didalami penyidik Pidsus. Hidayatullah juga mengaku tidak pernah mengeluarkan statemen, bila kasus tersebut dihentikan.

“Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan, kalau penyelidikan kasus ini dihentikan atau dilanjutkan. Seperti apa yang diberitakan di media massa,” tegas Hidayatullah saat ditemui, Rabu (3/8/2016).

Dia berdalih, kalau yang pernah dia ungkapkan kepada sejumlah wartawan saat ditemui diruang kerjanya. Bahwa Untuk yang perkara Andi Muallim sudah selesai dipersidangan.

Selain itu juga kata Hidayatullah, ada arahan dari presiden yang isinya ada enam poin. Diantaranya pada point ketiga, menyebutkan ada temuan BPK atas audit rutin, dengan rekomendasi dikembalikan. “Itu tidak serta merta aparat penegak hukum mesti melakukan penindakan,” tandasnya.

Menurut dia kalau ada instruksi presiden seperti ini dan seandainya saya dulu yang menjabat, pada saat kasus ini diungkap tidak akan terjadi, “kalau saya kejati, kan saya tinggal melanjutkan. Sekarang kalau mau dilanjutkan apa yang mau dilanjutkan,” kata Hidayatullah dengan nada ragu-ragu.

Dia juga memabantah terkait, lima tersangka yang telah disebut sebagai tersangka baru dalam kasus ini. “Siapa yang mengeluarkan stetmen ada tersangka lima. Silahkan tanyakan ke penyidiknya saja, yang pasti Kajati tidak ada menerbitkan sprindik,” tegas Hidayatullah dengan nada kesal.

Dia mengatakan, pada saat ekspos beberapa waktu lalu, dia menyampaikan kita jangan menzalimi seorang. Kalau menyidik seorang harus dilakukan pendalaman. “Saya bilang tolong didalami peran masing masing. Tidak ada usulan yang saya abaikan,” kilahnya.

Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya kasus ini sudah beberapa kali diekspose. Dan diakhir ekspose diera Gerry Yasid sebagai Aspidsus, suadah ada lima nama yang diusulkan. Dan dari hasil penyidikan mengerucut pada lima calon tersangka yakni Nurlina, Yushar Huduri, dan Andi Baso Gani dan satu legislator Sulsel dan LSM.

Atas dasar eskpose itulah sehingga kelima nama ini diusulkan karena dinilai paling bertanggungjawab dalam kasus ini. Alasan lain bahwa kelima nama ini paling sering di sebut namanya di pengadilan saat persidangan kasus bansos bahwa dia ikut terlibat dalam kasus ini dan mengetahui soal aliran serta pengembalian dana Bansos.

Hal itu juga didukung oleh keterangan Andi Muallim yang menjadi justice colaborator. Saat dimintai keterangannya oleh penyelidik di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas I Makassar, beberapa waktu lalu. (acax/liputan8)