Mulai Agustus, ADD 2016 Tahap II Direalisasikan untuk Sulsel

Ilustrasi Dana Desa

LIPUTAN8.COM – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) siap menyalurkan dana desa tahap kedua sebesar 40 persen di bulan Agustus mendatang. Sulawesi Selatan yang mendapat jatah dana desa sebesar Rp1,425 triliun, akan menerima dana dari APBN yang ditransfer langsung ke kas kabupaten sebesar Rp570 milliar.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sulsel, Mustari Soba mengatakan pada tahap pertama di bulan April lalu dana desa ini sudah kucur 56 persen atau Rp796 milliar. Hanya saja karena kendala administrasi, sejauh ini masih ada dua kabupaten yaitu Jeneponto dan Soppeng yang belum menyalurkannya ke kas desa.

“Untuk tahap pertama yang masuk itu harusnya 60 persen, cuma karena kendala administrasi jadi belum sepenuhnya disalurkan. Masih ada waktu sampai bulan Agustus untuk dana tahap pertama, sebelum masuk ke pencairan tahap kedua,” kata Mustari.

Dari total Rp796 milliar yang ada di kas 21 kabupeten penerima ini, sebanyak 82 persen atau Rp653 milliar telah disalurkan ke 2239 desa penerima dana desa. Mustari berharap dana desa yang sudah ada di kas desa bisa digunakan maksimal untuk pembangunan infrastruktur.

Tahun lalu penyerapan dana desa yang jumlahnya hanya seperdua dibanding tahun ini mencapai 99,18 persen. Adapun yang bermasalah, menurut mantan kepala BKD ini dikarenakan ada dua desa di Bulukumba yang menyalahgunakannya.

Mantan Kepala BKD Sulsel ini menjelaskan untuk mencegah penyalagunaan penggunaan dana desa, pihaknya telah memberikan pembekalan kepada kepala desa terkait penggunaan dan pelaporannya. Termasuk menyiapkan tenaga pendamping desa.

“Tahun ini juga kita masih melakukan penerimaan tenaga pendamping desa. Termasuk mereka bekas tenaga PNPM sebanyak 590 orang yang telah mengikuti tes di Unhas beberapa waktu lalu. Pengumumannya masih kita tunggu dari kementerian,” lanjut Mustari.

Sebelumnya, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar mengimbau agar dana desa yang telah dikucurkan bisa diprioritaskan untuk mencegah terjadinya bencana. Mengingat bencana banjir dan longsor terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Marwan mengatakan, bencana alam ini harus direspons dengan cepat. Setelah identifikasi dan evakuasi korban, masyarakat dapat menggunakan Dana Desa untuk membenahi dan membangun infrastruktur desa, terutama tanggul penahan longsor dan membangun saluran air agar tidak terjadi banjir. (acax/mri/liputan8)