Gubernur SYL Minta CBC Berkontribusi untuk Indonesia Timur

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

LIPUTAN8.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meminta agar seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Sulsel berkontribusi memajukan perekonomian daerah. Tidak hanya untuk Sulsel saja, tapi untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Hal tersebut disampaikan Syahrul saat menerima kunjungan para pimpinan BUMN yang tergabung dalam Celebes BUMN Club (CBC), di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (12/7/2016). Organisasi yang dibentuk Februari 2016 lalu tersebut dipimpin Akhmad Munir, General Manager Angkasa Pura.

“Kita lebih baik dari negara lain. Tidak pantas negara kita seperti sekarang,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, masa depan Indonesia ada di KTI. Pulau Jawa selama ini telah berkontribusi sangat besar untuk kemajuan bangsa, begitupun dengan Pulau Sumatera. Namun untuk ke depannya, pertumbuhan yang luar biasa akan terjadi di Indonesia Bagian Timur.

Disinilah tanggung jawab kita mengawal negeri ini. Integritas, sinergitas, dan komitmen kebersamaan akan menjadi solusi dari permasalahan bangsa. Kalau kita tangani masalah seperti sekarang, tidak lama tunggu saja rakyat marah,” ujarnya.
Ia berharap, CBC bukan hanya untuk Sulsel, tapi untuk Indonesia Timur. BUMN yang ada di Sulsel harus menjadi contoh untuk Indonesia. Tidak boleh ada yang kalah dari daerah lain.

“Tidak ada BUMN di negara manapun yang rugi, kecuali korup dan lost manajemen. Kuncinya, di tingkat pimpinan harus yang utama. Tidak boleh ada yang jalan sendiri. BUMN harus jadi lokomotif. BUMN jangan hanya bicara untuk Sulsel, tapi harus sampai ke Papua. Harus ada upaya-upaya untuk menularkan segala kekuatan BUMN ke daerah,” terangnya.

Syahrul juga meminta agar BUMN berkontribusi dalam memajukan pariwisata Sulsel. Disamping itu, BUMN diminta terlibat dalam ekspor besar-besaran yang bertajuk Merdeka Ekspor, yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Sulsel pada Agustus hingga Oktober nanti.

Sementara, Ketua CBC, Akhmad Munir, menuturkan, Pimpinan BUMN yang ada di Sulsel sepakat untuk membentuk sebuah wadah koordinasi. Akhirnya, CBC dibentuk 25 Februari 2016 pada pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, yang kemudian dilanjutkan lagi dengan beberapa pertemuan.

“CBC ini merupakan wadah silaturahmi dan sinergitas, bagaimana BUMN bisa berkontribusi maksimal terhadap daerah. Saat ini, sudah hampir 30 BUMN yang tergabung di CBC. Secara khusus, kami juga meminta agar Gubernur bersedia sebagai Pembina CBC,” ujarnya.

Terkait rencana dilaksanakannya Merdeka Ekspor, ia berjanji akan mendukung secara maksimal. Tapi, akan rapat dulu bagaimana arah dan teknisnya. Begitupun dengan dukungan untuk kemajuan pariwisata Sulsel.

“Memang BUMN kita harus berperan aktif dalam mendukung pariwisata di daerah. Kalau banyak wisatawan yang masuk, BUMN juga akan kena imbasnya. Pertumbuhan daerah juga akan baik. Tapi, kami akan invetarisasi dulu. Tadi dari perbankan maupun Garuda mengusulkan, CSR bisa dimanfaatkan agar tidak tersentralisir di satu daerah, tapi untuk kemajuan pariwisata semua daerah di Sulsel,” jelasnya. (acax/mri/liputan8)